
gambar dicopas disini
Pagi tadi lagi2 bimbingan skripsi dengan pembimbing kedua. Berhubung judulku dan Irga rada2 mirip, kami disuruh ganti judul. "Kalo data skripsi kalian kurang, ya pulang lagi saja ke Bangka sebentar," kata pak dosen. Iye Bapak, ngambil datanya ngga' seberapa, uang kesononya itu yang banyak.
Berhubung motor dipake Dyad, adikku untuk pergi kerja jadi aku tadi pergi menggunakan kendaraan sejuta umat. Bis Kota! Nampaknya semua berjalan dengan aman sentosa tenteram sejahtera. Sampe si kernet, seorang cowok minta ongkos.
Kernet: "Ongkos, Kak"
Aku: (Menjulurkan tangan ngasih uang)
Kernet: (Ngambil uangku dengan cara memegang pergelangan tanganku sampe jari yang menjulurkan uang)
Aku: (Heran tentunya, melihat ke arah kernet kancut)
Kernet: (Senyum manis + memandangku dengan lirikan genit gitu)
What the hell was happening?
Terus si kernet kancut ngajak ngobrol sepanjang perjalanan. Aku hanya pura2 ngga' tau. Dia ngomong yang ngga' jelas aku diem. Dia nanya aku jawab "iya" + nyengir kuda ciri khas seorang Ayas. Untungnya ngga' lama aku turun. Pas aku turun, dia senyum lagi + lirikan genit yang bikin aku mo muntah duren.
Gila kalo aku ngga' mikir dia homo. Potongan banci kemayu ngga' ada di dia. Terus kalo dia normal kenapa ngga' ngegodain cewek yang duduk di sampingku. Lagian tuh cowok sarap kali yak. Kalo homo yah milih2 kale, masa milih aku yang rada muka culun bergaya bencong gini. Apa dia mikir aku cewek kali ye? Apa aku mo direkrut masuk komunitas mereka, sapa tahu mereka ada komunitas sendiri, Kernet Palembang Homo Community misalnya? Ogah, mendingan aku ikutan Black Motor Community deh.
Hahaha... aja-aja ada hari ini, baru kali ini aku ketemu cowok dengan potongan laki2 sejati yang seharusnya merokok, Djarum Black misalnya, malahan memposisikan diri sebagai gay. Yup! Aku sudah membuktikan sodara-sodari ternyata makhluk homo itu ada. Tapi kok levelnya ngga' cool banget kayak di tipi2. Peringatan: Penyakit jiwa ini tidak memandang profesi.
Thx buat becce_lawo untuk awodnya ya ^^

Berhubung motor dipake Dyad, adikku untuk pergi kerja jadi aku tadi pergi menggunakan kendaraan sejuta umat. Bis Kota! Nampaknya semua berjalan dengan aman sentosa tenteram sejahtera. Sampe si kernet, seorang cowok minta ongkos.
Kernet: "Ongkos, Kak"
Aku: (Menjulurkan tangan ngasih uang)
Kernet: (Ngambil uangku dengan cara memegang pergelangan tanganku sampe jari yang menjulurkan uang)
Aku: (Heran tentunya, melihat ke arah kernet kancut)
Kernet: (Senyum manis + memandangku dengan lirikan genit gitu)
What the hell was happening?
Terus si kernet kancut ngajak ngobrol sepanjang perjalanan. Aku hanya pura2 ngga' tau. Dia ngomong yang ngga' jelas aku diem. Dia nanya aku jawab "iya" + nyengir kuda ciri khas seorang Ayas. Untungnya ngga' lama aku turun. Pas aku turun, dia senyum lagi + lirikan genit yang bikin aku mo muntah duren.
Gila kalo aku ngga' mikir dia homo. Potongan banci kemayu ngga' ada di dia. Terus kalo dia normal kenapa ngga' ngegodain cewek yang duduk di sampingku. Lagian tuh cowok sarap kali yak. Kalo homo yah milih2 kale, masa milih aku yang rada muka culun bergaya bencong gini. Apa dia mikir aku cewek kali ye? Apa aku mo direkrut masuk komunitas mereka, sapa tahu mereka ada komunitas sendiri, Kernet Palembang Homo Community misalnya? Ogah, mendingan aku ikutan Black Motor Community deh.
Hahaha... aja-aja ada hari ini, baru kali ini aku ketemu cowok dengan potongan laki2 sejati yang seharusnya merokok, Djarum Black misalnya, malahan memposisikan diri sebagai gay. Yup! Aku sudah membuktikan sodara-sodari ternyata makhluk homo itu ada. Tapi kok levelnya ngga' cool banget kayak di tipi2. Peringatan: Penyakit jiwa ini tidak memandang profesi.
Thx buat becce_lawo untuk awodnya ya ^^


