Kamis

Sumpah, Aku Bukan Homo! Pacarku yang Homo

| | 28 komentar


gambar dicopas disini


Pagi tadi lagi2 bimbingan skripsi dengan pembimbing kedua. Berhubung judulku dan Irga rada2 mirip, kami disuruh ganti judul. "Kalo data skripsi kalian kurang, ya pulang lagi saja ke Bangka sebentar," kata pak dosen. Iye Bapak, ngambil datanya ngga' seberapa, uang kesononya itu yang banyak.

Berhubung motor dipake Dyad, adikku untuk pergi kerja jadi aku tadi pergi menggunakan kendaraan sejuta umat. Bis Kota! Nampaknya semua berjalan dengan aman sentosa tenteram sejahtera. Sampe si kernet, seorang cowok minta ongkos.

Kernet: "Ongkos, Kak"
Aku: (Menjulurkan tangan ngasih uang)
Kernet: (Ngambil uangku dengan cara memegang pergelangan tanganku sampe jari yang menjulurkan uang)
Aku: (Heran tentunya, melihat ke arah kernet kancut)
Kernet: (Senyum manis + memandangku dengan lirikan genit gitu)
What the hell was happening?

Terus si kernet kancut ngajak ngobrol sepanjang perjalanan. Aku hanya pura2 ngga' tau. Dia ngomong yang ngga' jelas aku diem. Dia nanya aku jawab "iya" + nyengir kuda ciri khas seorang Ayas. Untungnya ngga' lama aku turun. Pas aku turun, dia senyum lagi + lirikan genit yang bikin aku mo muntah duren.

Gila kalo aku ngga' mikir dia homo. Potongan banci kemayu ngga' ada di dia. Terus kalo dia normal kenapa ngga' ngegodain cewek yang duduk di sampingku. Lagian tuh cowok sarap kali yak. Kalo homo yah milih2 kale, masa milih aku yang rada muka culun bergaya bencong gini. Apa dia mikir aku cewek kali ye? Apa aku mo direkrut masuk komunitas mereka, sapa tahu mereka ada komunitas sendiri, Kernet Palembang Homo Community misalnya? Ogah, mendingan aku ikutan Black Motor Community deh.

Hahaha... aja-aja ada hari ini, baru kali ini aku ketemu cowok dengan potongan laki2 sejati yang seharusnya merokok, Djarum Black misalnya, malahan memposisikan diri sebagai gay. Yup! Aku sudah membuktikan sodara-sodari ternyata makhluk homo itu ada. Tapi kok levelnya ngga' cool banget kayak di tipi2. Peringatan: Penyakit jiwa ini tidak memandang profesi.

Thx buat becce_lawo untuk awodnya ya ^^


Lanjut...

Apalah Arti Sebuah Nama?

| | 25 komentar


gambar dicopas disini




Bener juga kata opa Alexander Graham Bell "Terkadang penemuan besar berawal dari ketidaksengajaan." Aku juga termasuk orang2 yang seneng banget kalo tiap hari bisa melakukan hal2 baru, apalagi menemukan hal2 baru. Contohnya, secara tidak sengaja aku baru tahu gimana cara membobol (ya ampun bahasanya) software lock folder dengan cara paling sederhana. Terus, aku baru tahu cara ngeset (lagi2, jangan ditiru bahasa ini) koneksi wireless antar laptop. Yang jelas teruslah berpikir kreatif teman2 biar bisa menemukan hal2 baru yang bermanfaat kayak para peserta Black Innovation Awards yang diadakan oleh Djarum Black (hit the keywords, baby!).

Pagi tadi, aku dan Irga pun membuat sejarah di dunia pendidikan Teknik Pertambangan UNSRI (ada yang tahu kursus menulis dengan benar? Hohooo). Kayaknya baru kali ini ada 2 mahasiswa yang bimbingan skripsi dengan judul yang sama, cuma beda objek penelitian. Itulah hebatnya kami. Aneh tapi nyata, bener2 nyata anehnya.


"Maaf Pak, soalnya waktu kami skripsi disana kami disuruh membandingkan Kapal Isap buatan PT. Timah dengan buatan Thailand," aku menerangkan kepada pembimbing skripsi.
"Iya, tapi kan perhitungannya sama"
"Kalo begitu kami minta saran juga dari pembimbing dua dulu, Pak"
"Iya, bener juga."

Waduh, kayaknya hal baru ini bener2 baru nih, doain yak biar skripsi kami ngga' disuruh ngulang. Kan bakalan repot kalo ngulang. Rugi waktu, tenaga, dan uang. Terlebih lagi rugi otak, kan kasian otak saia diperes2 mulu, emangnya cucian.

Oya, satu hal lagi. Baru kali ini aku nemuin cewek yang gengsinya selangit. Saking tingginya mungkin gengsinya udah nembus langit ke-7, kalo ngga' percaya tanya aja malaikat. Untuk menjaga privasi tuh cewek kita samarkan namanya menjadi Bunga (sumpah! Ini bukan kisah perkosaan). Begini ceritanya.

Sesuai namanya, Bunga adalah cewek yang cantik banget, tentunya banyak cowok2 yang mendekatinya. Salah satunya temenku, sebut saja Tawon (ingat ini bukan dongeng tentang binatang). Kenapa si Tawon menyukai si Bunga? Tentu karena si Bunga cantik, terus setelah ngobrol panjang lebar dengan dia, diketahui kalo si Bunga itu anak yang rajin, pintar, dan soleha.

Yang namanya bunga kan ada Mawar ada juga Raflesia. Ternyata, si Bunga itu tetangga temannya si Tawon. Temannya kita sebut Ksatria Baja Hitam (terserah aku kan?)

Ksatria Baja Hitam: Woi, Won. Si bunga itu orangnya emang gaul tapi dia tuh pembohong besar dari dulu. Mantannya itu si Inuyasha, kamu tau sendiri kan anak bengal itu. Terus si Doraemon juga pernah pacaran sama dia.

Tawon: Lah katanya dia baru pacaran satu kali.

Ksatria Baja Hitam: Hahaa.. ketipu lo!

Selidik punya selidik, ternyata si Bunga emang orangnya gengsian. Sok kaya, sok hebat, dan sok-sok an. Suka berbohong. Dan pintar bersilat lidah. Masalahnya Kayaknya si Bunga bener2 suka sama si Tawon, si Tawon bingung. Apakah Bunga memang udah berubah? Bukankah setiap orang berhak mendapat kesempatan kedua? Bisa juga jika mereka jadian, si Tawon bisa merubah sifat dan sikap si Bunga?

Tolong ya sarannya. Ini request dari si Tawon lho :)

Lanjut...

Mengenai Saya

Foto Saya
Ayas Tasli Wiguna
i'm simple person
Lihat profil lengkapku

Pengikut

 
 

Diseñado por: Compartidísimo
Con imágenes de: Scrappingmar©

 
Ir Arriba