Kamis, 26 Maret 2009

1 Step Closer 2 Skripsi



Yup..!!! Selesai juga sidang kerja praktek (kp) yang menutup rangkaian asistensi selama 4 bulan terakhir. Kalo diinget2 lagi rasanya aneh banget bisa selesai. Bermodalkan tingkah idiot dari awal sampai ujung2 sidang yang sangat membuat asaku jatuh bangun seperti judul lagu Kristina (dangduter sejati gitu loh). Berikut proses dari bimbingan sampai sidang beberapa hari lalu:

Setelah mendapat pembimbing kp, yang ternyata pak fuad, salah satu dosen senior, aku ngga’ buang2 waktu lagi untuk bimbingan. Hari itu juga aku telpon pak fuad dan disuruh bimbingan di kampus keesokan harinya. Satu hal yang bikin bingung tumben2an bimbingan di kampus karena mahasiswa bimbingan sebelumnya selalu bimbingan di kantor tempat beliau kerja yaitu PDAM Tirta Musi (namanya juga dosen senior). ‘wah beruntung banget, baru mulai bimbingan aja udah dapet kemudahan’ aku senang bukan kepalang.


Keesokan siang harinya, aku sudah stand by di kampus sesuai waktu yang dijanjikan dengan kostum mahasiswa yang seharusnya: baju kemeja, sepatu, dan tentu saja celana panjang. Karena sang dosen yang dinanti belum juga keliatan, sedikit gugup aku pun telpon beliau .

‘halo, ass. Maaf pak saya sudah di kampus’

‘ya.. ya.. tunggu sebentar saya lagi di jalan. Tuuutt…’ terdengar suara dari hapeku.

20 menit berlalu, aku yang sudah sedikit kesal menunggu dikagetkan panggilan masuk dari nomor pak fuad.

‘halo, kamu dimana? Saya sudah nunggu sepuluh menit dari tadi’

‘hah.. saya sudah di depan jurusan pak tapi masih tutup’

‘loh, kok nunggu disana, saya di ruang dosen’

‘baik pak’

Oow… nampaknya mulai ada kesalahan ni. Aku langsung menuju ruang dosen sambil lari terbirit2 kayak dikejar anjing kurap, sampai disana yang kudapatkan hanya pak akib, dosenku juga.

‘maaf pak, saya mau ketemu pak fuad’

‘pak fuad, saya baru datang. Mungkin lagi keluar, coba kamu cari di jurusan’

Oke… balik lagi ke jurusan yang ternyata masih juga tutup. Merasa makin bingung dan takut dimarahi, aku mulai panik. ‘oh iya, mungkin lewat pintu belakang’ pikirku yang sebenarnya juga ngga’ tau apa ada pintu belakang di jurusan itu (cat: aku berada di kampus anak2 ekstension, sedangkan aku belajar di kampus reguler). Walhasil, di belakang cuma ada tembok alias ngga’ ada apa2. Memberanikan diri aku pun telpon pak fuad lagi.

‘halo, maaf sekali pak, sudah saya cari tapi bapak ngga’ ada di ruangan dosen pak’

‘kamu tau ngga’ ruang dosen.’

‘yang dekat ruang belajar anak sipil kan pak?’ aku malah balik nanya

‘makanya cepat kesini. Gimana kamu ini. Tuuutt…’

Tidaaaak… aku panik dan gundah gulana, situasi seperti inilah yang membuatku mulai pucat pasi, mual, keringat dingin, dan sensitif (bener, serupa tapi tak sama dengan kondisi cewek yang lagi menstruasi).

‘maaf pak, saya mau bimbingan dengan pak fuad tapi daritadi saya cari ngga’ ketemu2. Katanya beliau ada disini pak’ aku nanya lagi sama pak akib

‘kamu sebenarnya tau ngga’ yang namanya pak fuad’

‘tau pak’

‘nomor teleponnya berapa?’ pak akib nanya tiba2

‘08xxxxxxxxxx’ aku jawab

‘kamu salah nomor’

Masih ngga’ ngerti maksud ucapaan pak akib, aku malah mikirin harus beli pembalut dimana. 5 detik kemudian setelah meras otak sampai benar2 kering, aku baru nyambung. Ternyata nomor yang aku catat di jurusan dari awal adalah nomor hape pak akib. Bengong kayak orang ngga’ minum mizone, aku ngga’ tau harus berbuat dan ngomong apa dengan pak akib yang nampak melotot di depanku. Sekilas sempat terpikir di otakku yang idiot ini untuk pura2 pingsan biar dibawa ke rumah sakit, sampai di rumah sakit aku akan nelen gunting supaya ngga’ bisa ngomong lagi jadi ngga’ perlu ngasih alasan lagi ke pak akib.

Entah mengapa secara otomatis tanganku langsung memegang tangan pak akib dan bibirku langsung mencium tangannya terus bilang

‘maaf pak, saya tidak tahu pak’

‘waduh, kamu ini gimana ceritanya bisa salah nomor’

‘mungkin saya salah catat nomor di jurusan pak’

‘makanya jangan ceroboh’

‘sekali lagi maaf pak, saya benar2 minta maaf’

Seandainya saja aku nagis waktu itu maka lengkaplah adegan antara bapak dan anak yang saling memaafkan di hari raya idul fitri. Dari peristiwa itu aku jadi dapat pelajaran yang berharga banget. Pastikan dulu siapa yang kamu telpon!

‘halo, ass. Benar saya bicara dengan pak fuad’ kataku dua hari berikutnya

‘betul. Ini siapa?’

Maka, disepakatilah bahwa aku akan bimbingan pertama pada hari jumat di PDAM Tirta Musi. Ini baru bener. Berbekal ilmu warisan teman2 yang sudah bimbingan dengan pak fuad, aku pun siap dengan amunisi yang ada, antara lain: senyum manis, sopan santun, dan lapor dulu ke sekretarisnya kalo mau ketemu pak fuad.

‘permisi mbak, bisa saya ketemu pak fuad’

‘oh, mahasiswanya ya? Sudah bikin janji?’ mbak2 mirip cina itu buka mulut

‘ya’ aku jawab dengan mantap

Setelah si mbak2 mirip cina itu lapor ke pak fuad ternyata aku dusuruh nunggu sampai beliau selesai rapat. Aku pun nunggu dengan santai. 20 menit kemudian aku pun nunggu dengan gelisah (geliat2 susah). Setengah jam kemudian aku merencanakan untuk ngebakar aset pemda itu.

Daaaan… akhirnya setelah satu jam menunggu aku pun dipanggil ke kantornya. Masuk ke ruangan yang cukup besar, disana ada meja kantor untuk tiga orang dan masih ada satu ruang lagi khusus untuk pembimbing kp ku itu. Masuklah aku ke dalamnya dengan anggun.

‘permisi pak, saya ayas, mahasiswa bimbingan kp dengan bapak yang nelpon waktu itu’ aku menjelaskan dengan senyum manis dibuat2 karena udah gondok duluan kelamaan nunggu.

‘iya, ini bimbingan pertama kan?’

‘betul pak’

‘begini ayas, saya ada urusan keluar. Jadi kamu serahkan saja dulu draft laporan kamu’ kata beliau dengan santainya

Anjriiiing pake kancruuuut…. lama2 nunggu cuma nyerahin laporan doang, napa ngga’ daritadi aja. Benar2 hari yang menjengkelkan.

Seharusnya jumat depan aku datang lagi untuk bimbingan, tetapi berhubung udah janji untuk naik gunung sama teman2 esema dulu dan kegondokan yang tidak bisa diobati dengan makan garam beryodium akibat peristiwa nunggu satu jam itu, maka kuputuskan untuk minggat bimbingan selama 2 minggu. ‘Enakan refreshing dulu’ batinku.

Dua minggu pun berlalu dengan peristiwa yang ngga’ kalah bikin aku gondok (kapan2 deh aku certain detailnya), aku nelpon pak fuad lagi untuk bimbingan.

‘halo, saya ayas pak, mau bimbingan kp’

‘pertama kali ya?’

‘bukan pak, kemarin sudah pernah sekali dan draft laporan saya sudah di bapak’

‘oh, kamu yang waktu itu. Kenapa lama sekali ngga’ bimbingan?’

‘maaf pak, saya baru selesai semeteran’ aku boong memanfaatkan momen semesteran dua minggu sebelumnya

Dua hari kemudian aku bimbingan lagi, disambung tiap minggu2 berikutnya. Bimbingan pun berjalan lancar karena pak fuad ngga’ banyak permintaan tentang perubahan laporanku. Akan tetapi banyak juga peristiwa2 yang buat aku kena marah oleh beliau, misalnya pernah waktu mau bimbingan ke-4, aku nelpon beliau tetapi ketika telpon diangkat hanya terdengar suara bising ngga’ jelas gitu, setelah terputus aku nelpon lagi, ternyata beliau lagi rapat dan hasilnya bisa ditebak. Pernah juga waktu menghadap ke kantor ternyata sekretarisnya ngga’ ada, jadi aku berinisiatif lapor dengan satpam di depan, tak lama kemudian si satpam mempersilahkan aku masuk ruang pak fuad, sungguh terkejutnya aku, beliau lagi asyik2nya ngobrol dengan temannya di ruangan itu. Aku pun kena marah lagi, ternyata si satpam cuma liat dari pintu yang lagi kebuka dan dengan polosnya mempersilahkan aku masuk. Satpam goblok.

Hal yang paling idiot yang kulakukan dan membuat pak fuad marah adalah tepat pada hari H sidang kp. Pagi harinya aku liat pak fuad datang sebagai salah seorang penguji sidang, sebagai mahasiswa bimbingan yang berbakti dan hapal seluruh judul film miyabi, aku pun menyapa beliau dengan sopan.

1 jam kemudian sidang dimulai, aku sedikit gusar karena pak fuad belum keliatan masuk ruang sidang padahal giliranku semakin dekat. Aku pun berinisiatif (lagi) menelpon beliau

‘maaf pak, saya ayas, sidangnya sudah dimulai’

‘kamu dimana?’

‘saya di luar pak, menunggu giliran dipanggil’

‘wah, saya di makasar’ katanya tiba2

‘hah…’ aku bingung, mata melotot, mulut mangap dan iler muncrat dari idung sambil mikir pasti beliau sedang berbohong karena mobilnya ada di depan mataku sendiri, tapi kenapa beliau harus berbohong? Apa karena aku hapal seluruh judul film miyabi?

‘SEKARANG SAYA SUDAH DI DALAM RUANGAN… TUUUUUTT’

Mampus!!! Kenapa mata ini ngga’ liat pak fuad masuk ke ruang sidang. ‘dasar goblok bin idiot’ aku menyumpah diri sendiri. Tak lama kemudian namaku dipanggil. Sambil berdoa dan dengan langkah kaki yang berat (kok berat? ternyata sepatuku berisi bata, oh… ternyata mereknya bata), aku pun masuk ruang sidang sambil ngebayangin dimarah, dihina, dihujat, dan dirajam dengan pisau dapur oleh pak fuad dan para dosen penguji lain atas keidiotanku itu.

‘assalamualikum…’ sapaku seolah berkata “jangan rajam saya dengan pisau dapur, karena itu dilarang agama, dilarang ISLAM bapak2 dan ibu2 sekalian, siapa yang berani rajam saya akan masuk neraka jahanam… NERAKA JAHANAM!”

‘kamu tadi nelpon saya? kan tadi pagi sudah ketemu’ pak fuad langsung nyambung

‘iya pak tadi saya kira bapak belum masuk’ kataku sedikit gemetar sambil ngelirik tangan pak fuad yang mungkin saja sudah menggenggam pisau dapur

‘oh, begitu, ngga’ papa. Silahkan presentasi’ pak fuad senyum

‘…’ diem sambil senyum karena selamat dari rajam. Tuhan itu memang ada sodara2!

Ketika mata memandang keadaan sekitar, ternyata di dalam ruangan tersebut cuma ada tiga dosen penguji termasuk pak fuad. Ketika memulai presentasi, satu dosen penguji keluar, ‘yes’ aku teriak dalam hati. Setelah presentasi 10 menit, saatnya sesi tanya jawab, inilah yang menentukan nilai sidangku. Untungnya dosen yang keluar tadi belum masuk, paling2 boker. Berhubung pak fuad adalah pembimbingku dan dosen senior, maka satu2nya dosen yang mengujiku jadi sedikit mempermudah pertanyaanya dan ngga’ ngotot, malahan laporanku dipuji. 15 menit berlalu aku pun dipersilahkan keluar.

‘udah selesai yas? Cepet banget’ temanku nanya

‘udah dong, ayaaaas’ aku senyum2 puas lebih puas dari orgasme.




Nb: special thanks, really special thanks untuk bik yolis yang sudah rela susah payah menemaniku selama bimbingan. Semoga allah membalas kebaikanmu. Tenang, allah maha melihat teman :)

1 komentar:

  1. Hohoho...

    Sama2 mang :)

    Iye,,yol tw allah tuh maha melihat,,jd yol dapet pahala dong,,hihi..asyiiikk..! :D

    Tp sayangnya,,manusia walaupun punya mata tp ga 'maha melihat' yah?! (nah lho?ngmong apa sih? :p)

    Betewe,,skrg selamat berjuang utk TA y,,mg lancar.. Ganbate!

    BalasHapus