Sabtu, 04 April 2009

Detektif Ayas Menjawab


CASE 1

Beberapa hari yang lalu, adikku, Geral nanya gini :

‘Kakak buat novel yak?’

Aku bingung terus nanya balik ‘maksudnya?’

‘Itu tuh cerita yang ada di blog kakak’

‘HAH… .’

Cerita ini bukan novel ato fiksi, ini blog! Cerita nyata kehidupanku. Kalo pun dibumbui dengan majas2 hiperbolik, maksudnya cuma untuk penghias kalimat aja. Biar dibacanya seru, engga’ garing. Kalo pada buku, blog kayak ini bisa digolongkan ke nonfiksi komedi, terkadang dikenal dengan genre PeLit (Personal Literature). Contoh orang2 yang punya blog kayak ini antara lain: Tyo Gonggong, Sandal Jepit, dan tentu saja Si Kambing Jantan (he’s my fav). Kalo diliat2, emang strukturnya sama, tapi cara ngebawainnya setiap orang beda2. Setiap orang punya identitas blognya masing2. So, blog isn’t a space for a liar just like my friend said before.



CASE 2

Salah satu teman chattingku pernah komen soal blogku, kira2 begini katanya:

‘Yas, rasanya ganjil aja kalo baca blog kamu, soalnya bahasa yang kita pake di palembang bukan bahasa Indonesia ato rada2 Jakarta gitu’ (tentunya dia ngomong dalam bahasa palembang,) kenapa ngga’ sekalian aja pake bahasa palembang ato Jakarta!!’

Terus aku jawab gini:

‘Wajar kale, kalo kutulis dalam bahasa palembang, ngga’ ada yang baca, sayang! Lagian aku ngga’ terlalu ikut2an orang Jakarta kok, itulah alasan aku pake bahasa kamu-aku, bukannya lo-gue… kita kan bukan anak Jakarta, lagian bahasa2 jakarta cuma dipake di Jakarta dan sekitarnya aja. Hidup anak palembang…’


Sekian dulu. Detektif Ayas akan segera memecahkan kasus baru lagi, duuu.

Nb: Kali ini bener2 ngga’ ada hiperbolik2 an.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar