Jumat, 02 April 2010

Ayas Tasli Wiguna, S.T.

http://www.sickkids.ca/images/Paediatric%20Medicine/7947-GraduatingBaby.jpg

Gambar comot dari sini >>KLIK<<


Rabu, 31 maret 2010 adalah hari dimana aku menyelesaikan proses pendidikan panjang yang telah kulalui mulai dari umur 5 tahun. Gelar strata 1, adalah modal yang sangat berharga untuk seseorang dalam memulai hidup dengan bekerja. Emang lucu sih, sekolah cari ilmu lama banget dari teka 1 tahun, esde 6 tahun, esempe 3 tahun, esema 3 tahun, dan kuliah 5 1/2 tahun, eh penentuan akhirnya cuma satu hari, ngga' sampe 2 jam lagi. Jadi, wajar sangat kalau hari itu, perutku mual bukan karena mo muntah, jantungku dagdigdug belalang kuncup bukan karena bertemu dengan cewek yang aku suka, dan badanku lemas bukan karena kecapean bagadang nonton bola. Satu kata: STRESS.

Hari itu ada 13 mahasiswa yang diuji di Gedung Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya kampus bukit. Kami dibagi ke dalam 3 ruang sidang: A, B, dan C. Namaku termasuk ke dalam ruang B. Tidak bisa dibilang beruntung, karena tidak ada professor yang menguji di ruang B. Tapi tidak bisa juga dikatakan sial, ya, karena ruangannya tidak lebih 'seram' dari ruang C, hhheee, you know what i mean, right? Sekitar pukul 10.45 namaku dipanggil sebagai peserta sidang urutan kedua. Holy crap, Puncak stress! Berat juga kaki melangkah untuk mendapat kata 'lulus' dari universitas yang sudah berumur setengah abad ini.

Ternyata di dalam ruang B, ada 4 dosen penguji, satu dosen pembimbing dan 3 dosen penanya. Sesudah presentasi, mulai deh ditanya2 tentang skripsiku (aku baru sadar setelah keluar ruangan bahwa semua peserta sidang yang lain presentasi berdiri, sedangkan saya dengan santainya presentasi duduk. Salah panitia dong, ruangannya sempit dan ada kursi di samping slide presentasi, ckckck...). Untungnya meski sidang kompre yang seharusnya pertanyaan bisa mencangkup bahasan apa saja yang sudah dibahas dari keseluruhan semester tapi pertanyaannya tidak jauh2 dari isi skripsiku.

Namun, sayang sejuta sayang, ada satu pertanyaan krusial yang membuatku bingung karena dicecar pertanyaan bertubi2. Aku lupa salah satu rumus pengambilan data. Sudah lama sekali aku tidak merasa sebego2nya di dalam hidup. Butuh waktu 3 menit untuk mencari rumus laknat itu.. tetep nggak ketemu.. aarrrggghh. Tapi tuhan itu memang ada bapak ibu sekalian. Entah mengapa seketika aku teringat rumus itu. Dan baru aja mo aku jawab, eh dosen penanya itu disuruh ke ruang ujian sebelah. GONDOK. Apalagi pembimbing skripsiku bilang 'Hampir kamu tidak lulus'.... croooot.... ~___~! Ketika keluar ruang sidang sungguh tidak puas rasanya, tapi mo gimana lagi, tinggal pasrah. Melihat kondisiku yang merana, si Irga tambah pucat kayak cewek PMS. Sekalian aja aku takut2in biar dia tambah deg2an 3:)

Akhirnya pukul setengah tiga sidang sarjana selesai. Semua calon sarjana pun dikumpulkan, terus dikasih 'wejangan' tentang cinta almamater dan mengabdikan ilmu untuk negara *sumpah, belum wisuda aja aku udah lupa isi pesannya, hhhhaaa...*. Selesai diceramahi 10 menit, barulah nilai sidang diumumkan hingga giliranku pun tiba,

Dosen: Ayas Tasli Wiguna

Aku: (Maju dua langkah dengan muka pucat)

Dosen: Walah, saya kira Ayas itu cewek

Aku: (Senyum ngga' ikhlas dengan muka H2C)

Dosen: Nilai 3,25. B. Lulus

Sebagai manusia bego yang jarang bersyukur, aku bukannya ngucap alhamdulillah malah berpikir 'sapiiiiii, kurang 0,01 lagi dapet A'. Kemudian Nilai Irga diumumkan dan dia dapet A. Sapi bunting tidur nungging... GONDOK 2X.

Tapi setelah dipikir2 emang wajar kok, dan tentunya alhamdulillah banget aku dan Irga, temen seperjuanganku dari semester 1 sampe sidang sarjana, bisa lulus juga. Special thanks to Irga, for everything that we made. Well, it sounds like a temptation.

Jadi, sekarang aku udah sarjana euy, meski belum wisuda. Ya, ibarat pernikahan, lulus sidang adalah ba'da akad nikah, dan wisuda adalah resepsi pernikahannya (Aku baru sadar kalo sekarang aku sebenarnya punya dua gelar. Sarjana teknik dan pengangguran). Terima kasih ya semuanya atas doanya. Allahlah yang bisa membalasnya ^_^

Sebenarnya sebelum sidang, aku sempat dipoto b2 dengan Irga. Berhubung kameranya punya adik tingkat dan potonya belum sempat dipindah jadi belum bisa kupajang disini deh. Sayang, kalian tidak bisa liat potoku dengan setelan jas lengkap. Keren lho, sumpah, kayak sales mobil.

Hikmah yang bisa diambil: Kalo mahasiswa malas dan bego seperti saya saja bisa tamat, apalagi anda. Semangat ya adik2 mahasiswa. Wokwokwok ^O^


***

Kamis, 1 April 2010 adalah salah satu hari yang sangat membahagiakan bagi Nurul, sahabatku , karena resmi dilantik menjadi wisudawati pada acara wisuda ke-94 UNSRI. Tentunya rona bahagia di mukanya yang bercampur foundation+eyeshadow+blushon tambah mempercantik adikku satu itu (berhubung dia sarjana, dengan terpaksa aku harus bilang cantik. Tapi cukup satu kali posting ini aja, ya, Rul!).

Sebagai teman setia yang mengikrarkan persahabatan kami sebagai kepompong kayak sinetron di tipi, aku dan Irga datang menghadiri acara wisudanya. Kalo Nanda sudah pasti atuh, lah wong dia cowoknya si Nurul. Wuih, banyaknya manusia lalu-lalang, satu wisudawan, setidaknya membawa 6 orang. Orang tua pastinya, terus si nenek ato si kakek mo ikut2an liat cucunya wisuda juga, belum lagi om, tante, ponakan, teman dekat, sampe2 pembantu diajak kalo perlu. Naluri bisnisku muncul ketika melihat manusia2 dari berbagai suku, ras, dan agama itu berkumpul. 'Coba kalo aku jadi gembel trus minta2 sama mereka, kan lumayan kalo satu orang ngasih seribu,' tapi sayangnya aku masih punya malu, lagian muka mereka pelit2 sih :p

Disana aku bertemu ibu dan kakak Nurul. Semua berbahagia, aku pun ikut gembira. Salut banget aku sama Ibu Nurul, walau menjadi single parent tapi semua anaknya sudah disarjanakan (Nurul itu anak bungsu dari 3 bersaudara, semuanya perempuan). Dan memang suasana wisuda kalo dipandang dari sudut pandang perjuangan orang tua menjadikan kita sarjana sungguh mengharukan.

Yang paling berkesan tentunya ketika nama kita dipanggil ke depan terus Sang Rektor memindahkan seutas tali di atas kepala kita. Aku aja, yang belum mengalami momen itu bergidik melihatnya. Bayangin aja, diantara banyaknya anak2 jalanan ato temen2 kita yang orangtuanya ngga' mampu membiayai mereka untuk kuliah, kita masih bisa 'mencicipi' bangku kuliah dan menjadi sarjana untuk mencari kerja sebagai modal menjalani kehidupan yang lebih baik lagi. Itu semua karena Ibu dan Ayah. Dimulai dari bayi kita sudah diajari cara berdiri dan berjalan, waktu teka kita diantar dan ditunggui ketika belajar, waktu esde kita dibelikan baju dan buku pelajaran agar kita tidak dihina teman2 yang lain, waktu esempe kita dikursuskan bahasa inggris dan MIPA agar kita lebih mengerti pelajaran di sekolah, waktu esema kita dikasih uang lebih untuk belanja dan jalan2 dengan teman2, dan waktu kuliah segala keperluan kampus dicukupi agar kita menjadi sarjana. Semuanya orang tua kita lakukan tanpa mengeluh sedikitpun, jangankan mengeluh betapa beratnya mereka membanting tulang mencari nafkah untuk kita dan pendidikan kita, bahkan minta balas saja tidak akan pernah terucap dari bibir mereka. Oh, ibu dan ayahku, sungguh mulia kalian (jadi sedih deh).

Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

“Ya Tuhanku. Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”









34 komentar:

  1. Ayas, selamat! Selamat! Selamat!
    *ikut senang...*

    BalasHapus
  2. selamat2...
    udah ada ST pula nih.. hihihi
    dapet B juga lumayan... semangat!!!!

    BalasHapus
  3. horee.akhirnya. senang sekali baca postingan ini. horeee lagi. selamat ya, ayas..selamat bangeeet....semoga dpt pekerjaan ya

    BalasHapus
  4. kak ayas selamat ya..
    wah wahh..
    good luck kak..
    sukses selalu ya

    BalasHapus
  5. selamat dah lulus jadi sarjana

    BalasHapus
  6. selamat ya yas :) moga cepet dapat kerja ye..amin

    BalasHapus
  7. selamat ya yas :) moga cepet dapat kerja ye..amin

    BalasHapus
  8. Whoaaaaaa.... ternyata dunia itu sempit..... Nurul Huda tuh adiknya temenku... itu lho...Nani Auliany tuh temenku pas kuliah...hohoohohohho...Aku sering nginep dirumahnya lho pas jaman kul dulu.... hehehehehe.... Eh eh...Nurul blogger juga??? apa nama blog nya?????? Kalo Nani temenku itu (kakaknya nurul), kayaknya gak ada blog...

    Btw, Selamet ya dah jadi tukang sarjana sekarang...hehehehe :)

    BalasHapus
  9. Selamat BRo...!!! akhirnya...setelah penantian panjang..semoga bekal S1 kan membawa kesuksesan untukmu...amin....

    BalasHapus
  10. Harus donk sll semangat,,,
    Sucses buat sobat semua,,,

    BalasHapus
  11. huraaaaaaaaaaaaaayyyy akhirnyaa lulus jugaa...ayaas slamaaat yaaaahh ^^
    cieeee yang udah lulus swit swiit heheheh
    traktiran mana neeh hehehe

    yas aku link yah blogmu ^^ maap baru skarang di link heheh

    BalasHapus
  12. Wahh..senangnyaaa...
    Selamat yaa, jadi ingat waktu sidang dulu :D
    Good luck deh, moga S1 nya membawa keberuntungan. Amiin...

    BalasHapus
  13. selamat.. selamat... akhirnya bisa jadi ST juga yaahh walopun tanpa angka 12 siihh, tapi ga papa kan?! ga mengurangi kebahagiaan kan?! charlie masih okeh soalnya, hahahahaha...

    sekali lagi selamat yah mang :)

    BalasHapus
  14. selamat Yas, moga manfaat ilmunya... :-)

    BalasHapus
  15. heheheee.. ajiiiebbbb... :-))))

    BalasHapus
  16. wahhh...selamat neh dah jadi Sarjana..
    tinggal nunggu wisudanya aja neh..

    BalasHapus
  17. Well done...
    Milad iah ^^

    moga sukses selalu ^^

    BalasHapus
  18. Aduh... jadi inget waktu sidang skripsi dulu. Tapi Mia sidang skrispsinya kyk sidang forum gitu. Kita sendirian di tengah, trus dosen yg hadir HARUS min 10 dosen dari jurusan tsb (waktu mia ada 12 dosen yg hadir). gila aja, yg menilai kita cuma 3 orang (1 dosen pembimbing 2 dosen penguji) eh... tapi ke-9 dosen yg hadir boleh ikut 'bantu' ngebejek2 kita. huhuhuhuhu alamaaaaak... bener2 pengalaman paling menakutkan.

    anyway... selamat atas kelulusannya dan jgn lama2 jadi pengacara... pengangguran banayk acara hahahaha...

    eh btw... kamu sejak kapan jadi cewek yas??? *plototin foto2 wisuda*

    BalasHapus
  19. sapa thu make baju putih hahaha... aduh mas ayas, untung ngga pingsan di ruang sidang :D, bagus kalo pingsan dapet nila A thu :P

    BalasHapus
  20. owh ya, mas ayas kalo wisuda make maskara, lipstik ama eye sadow juga ngga haha

    BalasHapus
  21. selamt ya ayas.. bilang sama dosennya kalo ayas tuh cowok,kalo ayus baru cewek..hehehe

    BalasHapus
  22. Selamat atas kelulusannya. Itu tidak mudah, ternyata sobat bisa seperti itu. Salut.

    BalasHapus
  23. wahh...akhirnya lulus juga..
    selamat yaa.... :D

    BalasHapus
  24. tetep bersyukur kan tapi.. selamat yaa

    BalasHapus
  25. wah senangnya...:D
    selamat ya...
    salam knl.

    BalasHapus
  26. congratz ya....

    btw, ngumpat2nya lucu... kekeke
    asal gak dibiasain aja :)

    BalasHapus
  27. selmat k'ayas
    sukses selalu ya :)

    BalasHapus
  28. Ayas..Selamat mendapat sertifikat pendidikan..
    Ini adalah awal kehidupan nyata
    Dari suatu dunia pendidikan..
    menuju dunia kerja..
    Sekarang aku ucapkan...
    SELAMAT BERTARUNG DI DUNIA KERJA!!!
    Bravo..Ayas..

    BalasHapus
  29. yasssss..... selamat yaaaaa..... semoga nggak lama nganggur yaaaaa........

    BalasHapus
  30. Wuih photo siuda eh wisuda.
    Selamet selamet selamet

    Salam bentoelisan
    Mas Ben

    BalasHapus
  31. Ayas Tasli Wiguna, dikira dosennya cewek, huehehe. Selamat sudah menyandang gelar ST yas. Semoga segera lancar segala sesuatunya, pkerjaan, lokak juga.

    BalasHapus
  32. selamat yach...
    aku turut bersukacita..

    BalasHapus
  33. ciyeeeee slamat ya sarjana baru..tinggal pilih calon..sunting deh heheu

    BalasHapus
  34. Kemana si Ayas neh...?? kok kagak nongol..?

    BalasHapus