Senin, 31 Mei 2010

Catatan Akhir Kuliah



gambar maling disini: klik


Dalam bukunya ‘Follow Your Heart, Follow Your Success,’ Prof. Ayas Wiguna menyebutkan ada 20 cara manusia menyiksa dirinya dengan tepat. 5 diantaranya antara lain:

1. Mencintai orang yang tidak mencintainya.

2. Bermain golf.

3. Naik gunung.

4. Marah kepada orang yang berbuat salah kepadanya.

5. Minum air putih kurang dari 8 gelas/hari.

FYI, no.3 adalah apa yang baru saja saya lakukan minggu kemarin.

#Flashback#

2 tahun yang lalu aku dan teman2 masa esempe dan esema sudah pernah naik gunung sekali. Kami mendaki Gunung Dempo, di Pagaralam, Sumatera Selatan. Dengan persiapan yang matang dan keril yang tinggi2 kami siap naik Dempo. Tapi tuhan berkata lain. Kami gagal sodara sodari .

Cute EmoticonsCute EmoticonsCute Emoticons

Satu teman pucat, yang lain muntah, dan sebagian lemah tak berdaya. Ada lagi yang tumbang karena kram di otot kaki. Intinya mereka sudah kecapean karena terkejut dengan medan dan kondisi badan yang tidak dipersiapkan dengan baik. Sayang, padahal sudah setengah jalan mendaki tapi kami harus turun kembali. Kecewa, pasti. Mo ngomong jorok takut ditabok hantu gunung. SHIT!


kenang2an 2 taon lalu, kiri-kanan:
Zaqqi, Aan, Ayas, Indra, Pebri dan Anang

Sebagai pengganti hiburan kami mandi di
air terjun Lematang, Pagaralam


#Back to present time#

Minggu kemarin kami mencoba lagi naik Gunung Dempo. Personil pun berganti 2 orang dan sebagian teman sekarang sudah bekerja. Belajar dari pengalaman pertama, tentu sekarang kami sudah mengerti medan pendakian dan persiapan pun lebih sempurna. Malahan sebagian sudah melatih fisik dengan serius biar fit.

Kamis sore, 27 mei 2010 kami stand by di Terminal Karya Jaya untuk menuju Pagaralam. Jam 4 seharusnya bis siap berangkat tapi kok bisnya ngga' nongol2. Oh, halangan pertama, bis terlambat karena ada kecelakaan di jalur lintas. Asik2nya ngobrol sambil nunggu bis laknat itu, kami tersadarkan bahwa kami ketinggalan makanan termahal yang kami beli buat bekal di puncak gunung, Bakso. Kampret. Cobaan kedua.

Akhirnya bis datang 2 jam kemudian. Ya, lumayanlah daripada harus nahan malu pulang ke rumah karena bisnya ngga' jadi berangkat. Pokoknya jangan berpikir ini adalah tanda2 kegagalan kedua. Menuju Dempooooooo....

Cute EmoticonsCute EmoticonsCute Emoticons

Satu hal yang kusenangi kalo pergi naik bis keluar kota adalah pemandangan di kiri dan kanan. Tapi berhubung sudah malam yang keliatan ya cuma siluet rumah2 penduduk dan pepohonan yang temaram karena purnama. 7 jam (baca: 14 episode Upin dan Ipin) kemudian bentuk besar Dempo mulai nampak. Yes, sampai juga.

Karena masih tengah malam kami menginap sebentar di rumah kuncen Gunung Dempo, Ayah Anton. Di belakang rumahnya ada basecamp yang khusus disediakan untuk para pendaki. Berhubung kami datangnya tanggal merah dan dekat akhir pekan, banyak temen2 seperjuangan yang juga datang. Ada anak Palembang, Jawa, Sulawesi, bahkan Ambon. Paginya kami melanjutkan perjalanan ke pintu rimba atau pintu masuk hutan Dempo. Kalo 2 tahun lalu kami lewat pintu rimba lama, maka kali ini kami lewat pintu yang relatif masih baru karena lebih mudah dituju. Setelah deal harga dengan sopir angkot, kami diantar sampai depan tugu pintu rimba yang baru atau lebih dikenal dengan pintu Rimau.

Perjalanan dimulai disini

Perjalanan diperkirakan memakan waktu 5-6 jam. Zaqqi, sebagai leader, jalan duluan dan membawa keril paling tinggi dan berat. Terus yang lain beriringan. Berhubung berat badanku udah nambah 10 kilo dari pendakian yang pertama, aku bawa tas kecil aja, xixixi.

Ketika mulai naik, gravitasi menarik tubuh ke bawah, jalur pendakian yang cuma 'jalan tikus' membuat tubuh tak leluasa bergerak. Bayangkan saja, jalan kaki menanjak dan sesekali merangkak kayak orang lumpuh, tentunya susah sangat. Semakin ke atas semakin susah bernapas dan kiri kanan yang ada bukannya pohon cemara kayak lagu waktu aku TK tapi jurang yang curam. Oh my god, bener2 cara menyiksa diri yang tepat.

Satu hal lagi, karena selama pendakian dari pintu Rimau tidak ada mata air, maka persiapan yang kami lakukan adalah membawa beberapa botol air dari bawah. Bukan, bukan air masak tapi air gunung mentah. Pertama sih ragu2 alias jijay bemo minum air mentah gitu tapi lama2 perut harus menyesuaikan diri juga. Untuk menghilangkan rasa mentahnya, air dicampur Nutrisari atau Pocari Sweat. Pokoknya, kalo naik gunung, tangan kotor karena tanah dan air mentah adalah sumber vitamin.

Shelter 1 (tempat istirahat sebentar) ditempuh dalam waktu kurang lebih 50 menit. Lumayanlah capeknya. Menuju shelter 2, aku yang bawa keril. Berat bo', mana jalur semakin curam, licin, dan ekstrim. Ya harus hati2, sabar dan tenang meski dikelilingi hutan dengan pohon2 yang basah, akar2 besar, dan tanah lembab. Lambat laun jantung semakin cepat memompa darah, belum lagi napas terasa semakin berat.

Sesekali aku beristirahat untuk minum dan menarik napas dalam2. Selangkah demi selangkah, naik naik ke pucak gunung. Kok shelter 2 lama banget yak. Berhubung teman2 masih tertinggal jauh di belakang, aku dan Zaqqi menunggu sambil beristirahat. Saking capeknya kami ketiduran dan satu jam kemudian teman2 di belakang baru tiba. Yaelah, lama kalinya.

Mungkin karena sudah keenakan tidur sejenak badanku rasanya lemes banget. Tapi tetep sok2an jadi Co.Leader. 30 menit kemudian sampai juga di shelter 2. Lanjut lagi menuju puncak/top Dempo. Satu jam belum sampe juga. Rasanya ngga' sampe2. Kaki udah ngga' kuat lagi. Rasanya mo nangis tapi ngga' ada yang beliin balon. Aaarrrggghhh... Percayalah, motivasi tidak ada gunanya kalo sudah naik gunung. Untung masih ada modal semangat. Maju selangkah, selangkah lagi. Temen2 jauh di belakang. Zaqqi jauh di depan. Ya udah sendirianlah saya naik perlahan2. Quote of that day: Yang gagal adalah yang berhenti mencoba.

Yes, sampai top Dempo,

3159 meter DPL (Di atas Permukaan Laut)

*jangan tanya saya gimana mengukur tingginya*


Yeah, top of Dempo, but that's not all. Setelah turun lagi setengah jam ke lembah Dempo, baru bisa mendirikan tenda. Di depan tenda ada bukit menjulang yang disebut sebagai Merapi Gunung Dempo. Dari atas merapi itulah akan kelihatan kawah Dempo yang sebenarnya. Itulah yang kami tuju. Berhubung kabut dan semakin sore, rencana kami lanjutkan esok paginya. Di lembah Dempo kami tetanggaan dengan 3 orang pendaki senior. Mereka sih enak keril2nya yang segede gaban dibawain sama kurir, bekalnya mewah2 lagi, maklumlah udah kerja semua. Sementara kami yang udah capek2 cuma makan mi instan + nasi kriuk2 buatan Indra, si koki gagal. Somebody, kill me!

Ada yang lucu. Ceritanya setelah makan kami ber6 tidur umplek2an di dalam tenda yang sempit pake kaos kaki, jaket tebal, dan sleeping bag. Lama tertidur pulas karena kecapean, si Taufik bangun duluan. Setengah sadar, aku mendengar obrolan Taufik dan Zaqqi.

Taufik: Udah subuh, jam 5 pagi.

Zaqqi: Subuh darimana. Baru jam 12 malam.

Taufik: Jam 12 darimana. Subuh jam 5. Di luar juga sudah terang.

Zaqqi: Liat lagi jam. Kalo salah.

Taufik: Jam 5 pagi. Coba cek lagi tuh jam.

Zaqqi: Woi, masih jam 12.

Semua akhirnya bangun. Ternyata emang midnight. Karena kecapean semua mengira udah hibernasi berjam2 padahal baru tidur 5 jam dan sinar terang diluar adalah sinar purnama di langit malam yang cerah. Karena semua lapar lagi, si koki gagal masak lagi. Makan dah nasi kriuk2. Terus kami ketawa2 bareng sambil curhat2 masalah cewek. Pokoknya momen itu indah banget. Indah atau bego. 6 cowok kesepian di dalam tenda yang sempit pada ketinggian 3000 meter pukul 2 pagi sedang ngerumpiin cewek, ckckck.... mending tidur.

Jam 6 pagi2 buta kami naik ke Merapi Gunung Dempo. Badan demam dan udah capek, sendi dan otot udah pegel semua. Ya ampun males banget rasanya. Berhubung ngga' mau mengecewakan tamen2 aku pun ikut2an naik. Sumpah capek banget. Dari sinilah aku sadar satu hal: Anak mapala itu keren abis!

Akhirnya sampai juga.

Kata pertama yang keluar ketika sampai Merapi Dempo adalah:

BERHASIIIIIL....


Ini pertama kalinya aku menaklukkan gunung. Gunung dempo lagi, tanah kelahiran leluhurku. Sungguh, pemandangan dari ketinggian 3159 meter DPL itu sungguh biru dan mengharu biru. Hanya pegunungan dan langit biru beriring awan yang terlihat. Garis2 horizon langit yang indah sejenak menghilangkan rasa pegel di badan. Indahnya. Tidak semua orang bisa melihat apa yang aku lihat secara langsung, bahkan orang Pagaralam sekalipun. Bahagianya. Puas puas puas. Apalagi bisa poto2 sama teman2. Tertawa dan bercanda sambil melihat kawah berwarna turquoise yang indah (warna kawah yang jarang terlihat). Sumpah. Sampai sekarang. Inilah liburan terindahku bersama teman2 tercinta.

KOMPAK (Komunitas Pemuda Aktif dan Kreatif)

The Real Friendship

Poto kanan bawah, Kiri-Kanan:

Medy, Ayas, Taufik, Zaqqi, Indra, Aan


Terima kasih banyak kepada Allah swt. untuk waktu dan kemudahan yang diberikan.

Terima kasih kepada ayah dan mama untuk ongkosnya.

Terima kasih kepada Ayah Anton dan istri yang menjamu kami dengan hangat.

Terima kasih Zaqqi, Indra, Aan, Medy, dan Taufik yang menemani selama perjalanan.

Terima kasih Fajri, Pebri, Anang dan teman2 lain yang juga mensupport kami.

Terima kasih Dempo.


Catatan akhir kuliah yang indah, selesai Cute EmoticonsCute Emoticons


Nb:

Oya, selama pendakian aku...

1. Setidaknya minum 5 liter air mentah dan air kapur dari puncak Dempo *hoek*

2. Makan mie instan 5 bungkus *ampon Dok*

3. 3 kali digigit pacet *weqs*

4. Mendapat puluhan luka lecet dan kesandung, tergelincir dan kulit sobek *cup cup cup*

5. Nyeri pegel linu, tanpa satu sendipun yang tidak mengalami pegal2 *hoamz*

32 komentar:

  1. wah, serem juga ya ampe lecet2 gitu. tapi foto2nya keren tuh.

    BalasHapus
  2. wow, keren
    aku juga pengen bisa naek gunung >_<

    BalasHapus
  3. wah2 hebat naek dempo, moga berikutnya gunung2 yg lain hehehe

    BalasHapus
  4. Hm, bravo Yas. Selamat karena sudah menaklukkan Gunung, gunung Dempo maksudnya. Pengalaman luar biasa tuh. Ntar kalau 6 orang pendaki ini sudah sukses semua, kan kenangan indah tuh ngobrolin cewek-cewek malam-malam di Gunung Dempo ditemani bulan purnama, suit-suit...! (Yas pantesan gak keliatan dalam beberapa minggu ini di fb, hehe)

    BalasHapus
  5. Wooow, Awalann postingannya Gokill.. :-)
    Dan selamat udah tertancap KOMPAK disana... He

    BalasHapus
  6. KOMPAK moga selalu kompak yua :-)

    BalasHapus
  7. Jadi inget Kampungku, Disana Ada Bukit Aning.. *Lho* ^^

    BalasHapus
  8. Yas, blogmu sekarang imut banget
    ada emoticon yang cute deh
    hehehe

    Foto yang di air terjun itu lho keren banget..

    BalasHapus
  9. tumben panjanggggggg dan lammmmaaaaaa baca postingan Ayas. Keren yas. :)
    Btw, Gunung Dempo tuh di mana?
    *jitak.

    BalasHapus
  10. pemandangan dari puncak benar2 luar biasa indahnya

    BalasHapus
  11. waahhh.. keren.. keren... seengganya kali ini kan berhasil nyampe ke puncak, toopp daahh!! ^^b

    BalasHapus
  12. weisss fotonya di puncak dempo keren abis!!! lebih kerenan kalo make sweter ZEROXPLORER,,,

    BalasHapus
  13. blognya juga keren Om... salam kenal..

    BalasHapus
  14. Mas Ayas, selamat Siang Ya...

    BalasHapus
  15. Sukses selalu http://ayastasliwiguna.blogspot.com

    BalasHapus
  16. Wah, Perjalanan yang seru Sobat.... :)

    Oia Apa kbar nh?

    BalasHapus
  17. Wah, jadi inget dulu pas perpisahan SMA, aku dan kawan2 juga ke gunung dempo... Jadi pengen lagi....

    Gini-gini, aku udah pernah menaklukan gunung ternyata...hahahahahahaha

    BalasHapus
  18. sukses nyetak bukunya prof ayaaassss

    BalasHapus
  19. poto potony bikin aku ngiri >.<

    BalasHapus
  20. waghahaha mau ikut ikutan kaya riyani djangkaru yas?
    besok kalo naik lagi jangan cuma bawa mie rebus?!!!
    balsem, korek, ma rokok jangan sampe lupa!!

    BalasHapus
  21. waaaaaaaaaaahh keren euy pemandangannyaa....capek dan sakitnya terbayar tuh kayaknyaa.....

    aku juga pengen naik gunung..tapi nunggu sampai ada lift-nya wakkaakakak

    BalasHapus
  22. yas,ada aword buat kamu tuh ambil ya
    dan dikerjakan kalo sempet

    BalasHapus
  23. wuihhhhhh seru bangets baca mulai dari awal samapai akhir...... oh ya kakak... saya blogger baru.... saya uda masukan LInk mas di BLog saya .... kakak juga ya masukin :D makasih kakak

    BalasHapus
  24. Mantab Cuy Blog nya... kreatifitas nya nampak

    BalasHapus
  25. Bener-bener KOMPAK dah.. :D

    foto di puncak dempo_nya kerennnnn.... *_*

    BalasHapus
  26. blogwalking, yg mau belajar sulap atau mau jadi pesulap hebat silahkan mampir www.raneblack.co.cc

    BalasHapus
  27. hebat euy... salam kenal ya!!!

    BalasHapus
  28. Great adventurer, salam petualang. Salute4u.
    "Menyiksa diri" yang mengesankan :)

    BalasHapus
  29. naik gunung menyiksa diri??
    heheheh mnyiksa diri dengan sukarela yaa

    BalasHapus
  30. Dija juga pingin naik gunung Om...

    BalasHapus