Gambar ngambil disini
Tes.. tes.. halo.. halo..
Eeh ini sudah online ya. Okay, ehm ehm...
Hi guys. Gimana kabarnya sebulan ini? Semuanya lancar? Gak lancar? Ya gapapa yang jelas hidup harus terus seimbang demi masa depan yang lebih baik. Seperti kata Om Einstein, hidup itu seperti mengendarai sepeda, agar seimbang kita harus terus bergerak (gak nyambung, Yas).
Well, aku ada cerita ni tentang kepindahanku dari rumah adiknya-mamaku-yang-dalam-Bahasa-Indonesia-disebut-paman ke kostan di daerah mampang prapatan.
Alasan kepindahanku bukan karena aku diusir paman atau lari dari kejaran warga kampung yang mengira aku adalah pencuri-spesialis-pakaian-dalam-wanita, tapi karena aku ingin hidup mandiri #klise. Aku ingin merasakan bagaimana rasanya hidup merantau di ibukota dengan gaji yang ala kadarnya di awal karirku. Itung2 kalo aku sudah sukses dan kaya nanti kan aku punya cerita untuk anak cucu tentang perjuangan hidupku ini. Itu kalo berhasil, kalo nantinya aku tetep gini2 aja bahkan lebih melarat, paling aku yang ditinggal anak cucu, hehe. Tapi santai, tantangan ini akan aku lalui dengan sukses luar biasa karena aku yakin dengan impianku.
Jadi ceritanya, hari sabtu seminggu yang lalu aku sudah mulai menempati kostan milik Haji Mamat di belakang Bank CIMB Niaga di deket Halte Busway Duren Tiga. Kostan ini sebenarnya rekomendasi temen sekantorku, Ruri dan Haris. Berhubung kostannya bersih dan nyaman, maka aku pun ikut2an tinggal disini. Dan faktanya, ternyata hidup sebagai anak kost itu jauh lebih sulit daripada nahan kentut di dalam busway (pengalaman pribadi penulis).
Kalo masalah nyapu, nyuci, ngepel, nyetrika sendiri masih bisa diatasi. Nah kalo masalahnya berhubungan dengan duit, ini ni yang susah. Satu dua hari pertama belum kerasa, pas hari ketiga dan seterusnya, aku baru nyadar betapa berharganya seribu rupiah itu bagi anak kost :’(
Lagi2 berdasar atas asas gaji ala kadarnya, hidup sekarang mesti benar2 dihemat. Oleh karena itulah, pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan berbagi tips dan trik hemat untuk saya pribadi dan teman2 senasib sepenanggungan lainnya. Cek it aut:
Satu. Setiap abis gajian, sisihkan terlebih dahulu sebagian gaji kamu untuk bayar uang kost. Kalo tanggal setor uang kost bukan di awal bulan, maka simpanlah uang itu di dalam lemari atau tempat rahasia lainnya. Jangan simpan di dompet!! Ingat!! Uang di dompet tidak akan berumur panjang.
Dua. Untuk yang punya lebih dari satu kartu atm, maka pisahkanlah rekening untuk keperluan sehari-hari dengan rekening saving, emang keliatan ribet sih tapi sudah terbukti cukup efektif. Jadi kamu musti sabar ngeluangin waktu transfer sebagian duit ke rekening saving.
Tiga. Catat semua keperluan sehari-hari sebelum belanja, prioritaskan untuk belanja sesuai catatan yang kita buat. Belilah yang kamu butuhkan, bukan kamu ingingkan.
Empat. Jangan terlalu terpengaruh mode, periksa kembali lemari baju, padupadankan pakaian lama kita, tanpa harus beli yang baru.
Lima. Belanjalah pakaian dengan model, motif dan warna yang netral, biar bisa di padupadankan.
Enam. Makanlah secukupnya dan jangan berlebih2an karena yang berlebih2an itu tidak disukai tuhan dan menyebabkan kanker alias kantong kering.
Tujuh. Jagalah kesehatan. Usahakan berjalan kaki sekitar 30 menit setiap hari untuk memperlancar peredaran darah biar gak gampang sakit. Ya, anak kost dilarang sakit.
Delapan. Jangan biasakan menyimpan uang cash terlalu banyak di dalam dompet, ini akan membuat kamu merasa ”punya uang” dan kemudian membeli barang-barang yang sebetulnya tidak kamu perlukan, sediakan uang secukupnya di dompet.
Sembilan. Jangan biasakan ngutang… ntar kebiasaan.
Sepuluh. Jangan keseringan mudik bagi kamu yang kampung halamannya relatif tidak terlalu jauh dari tempat kerja. Percayalah! Adikmu lebih senang kamu pulang setahun sekali tapi ngasih uang jajan daripada kamu pulang tiap bulan tanpa uang sepeserpun.
Sebelas. Terakhir jangan lupa zakat, infaq, dan sodaqoh nya yah… Insya Allah kamu gak bakal kekurangan deh. Setidaknya selalu merasa cukup dan bersyukur. Amin.
Segitu dulu deh, kalo masih ada yang mau menambahkan dipersilahkan.
Udah dulu ya, ni udah jam kerja ntar kalo ketauan bos kan gak enak saya, haha.
Sampai jumpa lagi \^___^/
Eeh ini sudah online ya. Okay, ehm ehm...
Hi guys. Gimana kabarnya sebulan ini? Semuanya lancar? Gak lancar? Ya gapapa yang jelas hidup harus terus seimbang demi masa depan yang lebih baik. Seperti kata Om Einstein, hidup itu seperti mengendarai sepeda, agar seimbang kita harus terus bergerak (gak nyambung, Yas).
Well, aku ada cerita ni tentang kepindahanku dari rumah adiknya-mamaku-yang-dalam-Bahasa-Indonesia-disebut-paman ke kostan di daerah mampang prapatan.
Alasan kepindahanku bukan karena aku diusir paman atau lari dari kejaran warga kampung yang mengira aku adalah pencuri-spesialis-pakaian-dalam-wanita, tapi karena aku ingin hidup mandiri #klise. Aku ingin merasakan bagaimana rasanya hidup merantau di ibukota dengan gaji yang ala kadarnya di awal karirku. Itung2 kalo aku sudah sukses dan kaya nanti kan aku punya cerita untuk anak cucu tentang perjuangan hidupku ini. Itu kalo berhasil, kalo nantinya aku tetep gini2 aja bahkan lebih melarat, paling aku yang ditinggal anak cucu, hehe. Tapi santai, tantangan ini akan aku lalui dengan sukses luar biasa karena aku yakin dengan impianku.
Jadi ceritanya, hari sabtu seminggu yang lalu aku sudah mulai menempati kostan milik Haji Mamat di belakang Bank CIMB Niaga di deket Halte Busway Duren Tiga. Kostan ini sebenarnya rekomendasi temen sekantorku, Ruri dan Haris. Berhubung kostannya bersih dan nyaman, maka aku pun ikut2an tinggal disini. Dan faktanya, ternyata hidup sebagai anak kost itu jauh lebih sulit daripada nahan kentut di dalam busway (pengalaman pribadi penulis).
Kalo masalah nyapu, nyuci, ngepel, nyetrika sendiri masih bisa diatasi. Nah kalo masalahnya berhubungan dengan duit, ini ni yang susah. Satu dua hari pertama belum kerasa, pas hari ketiga dan seterusnya, aku baru nyadar betapa berharganya seribu rupiah itu bagi anak kost :’(
Kostanku itu tuh, yang di ujung (Model by: Ruri)
Lagi2 berdasar atas asas gaji ala kadarnya, hidup sekarang mesti benar2 dihemat. Oleh karena itulah, pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan berbagi tips dan trik hemat untuk saya pribadi dan teman2 senasib sepenanggungan lainnya. Cek it aut:
Satu. Setiap abis gajian, sisihkan terlebih dahulu sebagian gaji kamu untuk bayar uang kost. Kalo tanggal setor uang kost bukan di awal bulan, maka simpanlah uang itu di dalam lemari atau tempat rahasia lainnya. Jangan simpan di dompet!! Ingat!! Uang di dompet tidak akan berumur panjang.
Dua. Untuk yang punya lebih dari satu kartu atm, maka pisahkanlah rekening untuk keperluan sehari-hari dengan rekening saving, emang keliatan ribet sih tapi sudah terbukti cukup efektif. Jadi kamu musti sabar ngeluangin waktu transfer sebagian duit ke rekening saving.
Tiga. Catat semua keperluan sehari-hari sebelum belanja, prioritaskan untuk belanja sesuai catatan yang kita buat. Belilah yang kamu butuhkan, bukan kamu ingingkan.
Empat. Jangan terlalu terpengaruh mode, periksa kembali lemari baju, padupadankan pakaian lama kita, tanpa harus beli yang baru.
Lima. Belanjalah pakaian dengan model, motif dan warna yang netral, biar bisa di padupadankan.
Enam. Makanlah secukupnya dan jangan berlebih2an karena yang berlebih2an itu tidak disukai tuhan dan menyebabkan kanker alias kantong kering.
Tujuh. Jagalah kesehatan. Usahakan berjalan kaki sekitar 30 menit setiap hari untuk memperlancar peredaran darah biar gak gampang sakit. Ya, anak kost dilarang sakit.
Delapan. Jangan biasakan menyimpan uang cash terlalu banyak di dalam dompet, ini akan membuat kamu merasa ”punya uang” dan kemudian membeli barang-barang yang sebetulnya tidak kamu perlukan, sediakan uang secukupnya di dompet.
Sembilan. Jangan biasakan ngutang… ntar kebiasaan.
Sepuluh. Jangan keseringan mudik bagi kamu yang kampung halamannya relatif tidak terlalu jauh dari tempat kerja. Percayalah! Adikmu lebih senang kamu pulang setahun sekali tapi ngasih uang jajan daripada kamu pulang tiap bulan tanpa uang sepeserpun.
Sebelas. Terakhir jangan lupa zakat, infaq, dan sodaqoh nya yah… Insya Allah kamu gak bakal kekurangan deh. Setidaknya selalu merasa cukup dan bersyukur. Amin.
Segitu dulu deh, kalo masih ada yang mau menambahkan dipersilahkan.
Udah dulu ya, ni udah jam kerja ntar kalo ketauan bos kan gak enak saya, haha.
Sampai jumpa lagi \^___^/


25 komentar:
duabelas...catet smw uang yg kamu keluarkan per hari...ribet sih..tp pas uang habis..km ga bakal mendadak oon nanya ke diri sendiri "uangku kuk habis, buat apa aja ya?"
kalo bisa to yas
manfaatkan tetangga, kalo ada yg cakep dan lumayan bego bisa diplorotin tuh...(bukan pengalaman pribadi)
kalo mau ngirit di kosan, sering sering aja main kekosan sebelah, apa aja disawut, (IRIT BEB)
selamat jadi anak kosan yas
oya, jadi anak kos?
mau hemat?
pengen ngerti cara mengelola keuangan?
tanya aja ke mbah dukun!! eh coba baca bukunya safir senduk tentang mengelola keuangan
tumben bener saran-sarannya normal, kupikir bakal ketawa ngakak disini. tapi bener kok yas, tinggal di kost-an lebih enak daripada numpang (bahkan dirumah saudara terdekat sekalipun *pengalaman pribadi*). selain kita belajar buat mandiri, jadinya lebih bebas. bukan berarti bebas mo ngapa-ngapain ya, tapi kan kadang pulang kerja kita capek, mau istirahat, kadang mo jalan-jalan, kalo tinggal dirumah sodara kebanyakan segan sama tuan rumah, minimal kita harus basa-basi dulu, ga mungkin pulang kerja langsung masuk kamar dan tidur.
well..semoga tips&triknya bisa diterapkan, jadi gajinya bisa ditabung sekalian
tips-nya bagus tuh... jadi inget masa2 di saat aku ngekos dulu.. hehehe
kerja sbg abdi negara (apalagi yg gajinya baru 80%) emang tak boleh foya2. kita harus pandai2 mengelola uang.
bukan hanya saat kost saja, tapi saat berkeluarga pun kita harus pandai2 mengelola uang... biar gak besar pasak daripada tiang.
shasa juga gak mau ah berhutang...
tempat kostnya bagus juga... bersih lagi.
Selamat mengarungi kehidupan anak kost, dari sini langkah dimulai menuju sebuah istana di masa depan. Semangat BRo..!
thank's infonya.... hehehe... ^^
setuju jgn sering2 mudik. btw, sabar. semua dimulai dari susahdulu Yas. jadi inget wkt akku pertama kali kerja. duh, mesti super hemat. tapi aku gak ngekost sih. cuma memang mesti bener2 hemat...
wah, patut di contoh ni... buahahaha. :D
bwhahaha... ngakak saya bacanya.. berasa senasib sepenanggungan soalnya..
jadi inget pertama kalinya ngekos dua tahun lalu kayak gitu juga. tapi sekarang udah lumayan longgar, nggak gitu-gitu banget.
satu lagi, kalo nyuci mending sekalian banyak.. irit deterjen.. wahahaha
wakakakak beneeerrr jangan ngutaaaangg haha
hihihi, keren jg tips hematnya, untung saya bukan anak kost :D
selamat malam ayas.....
salam sobat
sip banget, jadi anak kos.
mandiri ,apa2 sendiri.
bisa belajar hemat.tidak membiasakan ngutang, salut deh.
dulu juga akyu anak kos kok.. merangkap ibu kos, susahnya ngejar2 anak kos yang mau bayar listrik dan air! adanya tekor tiap bulan..
sekarang, udah merid, sama juga, banyak hutang di bank, tiap bulan harus nyisihin di awal.. hihihi.
membiasakan hidup hemat memang wajib hukumnya Yas.. ;)
saya juga anak kos dan tidak mudah menghilangkan godaan untuk berbuat BOROS...
hehehhee...
pengen irit siapin handuk basah......pas laper boleh deh digigitin handuknya wkwkwkwkwkwk!!!!
becanda (ini bukan pengalaman pribadi lho)
aq blom pernah ngekost tuch jd blom pernah ngerasai ngekost.. kayaknya seru yach. heheee..
selamat jadi anak kosan!
pengen nyoba jadi anak kosan, tapi rumah - kampus jaraknya cuman sekilo-an, mana mungkin dibolehin ngekos. T>T
makasih tipsnya gan.salam kenal.klu ada waktu maen2 keblog ane ya
wah selmat ya jadi anak kost baru nih,,,
ky'y baguz jg tu kostan'y,,,
gmn ya rsa'y jdi anak kost tuh?
cz q lom pernah mnglami'y nih. he
pindah kosnt itu saya paling gk suka.
karena setiap pindah kosn harus adaptasi lagi dengan khidupan baru
kost-nya dmn euy....
Poskan Komentar