Minggu, 20 Maret 2011

N-I-K-A-H-M-U-D-A-?

Gambar ngambil disini

Namanya Achmad Alfian Fahmi, lelaki berpostur tegap ini adalah salah satu staf di ITJEN KESDM Bagian Kepegawaian. Ya, dia rekan sekantorku, lebih tepatnya seniorku. Sabtu, 12 maret 2011 kemarin adalah salah satu hari terindah dalam hidupnya. Dia menikah. Rona bahagia itu benar2 terpancar dari wajahnya. Selamat menempuh hidup baru, Mas. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Amin, Ya Allah.

Menghadiri acara pernikahan atau yang dalam bahasa inggris disebut kondangan selalu bikin aku ngiri pengen cepet2 nikah juga. Apakah itu panggilan hormon lelaki dewasa di dalam tubuhku yang sudah teraktivasi atau hanya keputusan sesaat karena latah saat melihat 2 sejoli yang sedang menjadi raja dan ratu semalam? Aku belum tahu.

Foto kenangan kami

Nah, lucunya beberapa hari kemudian aku membaca diskusi seru teman2 blogger terkait posting Ninda dan Henny tentang pandangan mereka terhadap pernikahan usia muda, khususnya bagi wanita. Terus besokannya tiba2 aku ditanya Pak Sehu, temen kostku yang sudah bekeluarga tentang rencana nikahku. Aku dinasehatin agar segera menikah, dia bilang gini, "Kalo kita menikah ketika materi sudah berkecukupan itu wajar. Yang hebat kalo kamu punya modal pas2an tapi siap dan mampu berumah tangga. Saya saja menikah waktu berumur 21, waktu itu saya masih kuliah semester 6, isteri saya semester 4." Ya, Pak Sehu memang benar2 luar binasa bisa meyakinkan calon mertuanya dan saya benar2 bisa dibinasakan calon mertua kalo bilang begitu. Eh, hari berikutnya, waktu liat2 top news feed di fesbuk, aku kebaca status Mario Teguh dan Arifin Ilham tentang masalah jodoh dan pernikahan juga. Waladalah, apakah ini sebuah pertanda aku bakal nikah tahun ini? #ngarep, padahal budget sebagai anak kost untuk sebulan saja sudah habis dalam 2 minggu. Gimana mau ngidupin anak orang.

  




Kejadian beruntun yang seakan mengarahkanku ke pola pikir nikah muda itu, membuatku bertanya-tanya, "Apa sih nikah muda itu?"

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan Associate Research Manager, MarkPlus Insight, diketahui bahwa dari waktu ke waktu definisi nikah muda mengalami pergeseran. Bila di masa lampau, di era 70an definisi nikah muda itu adalah menikah di usia 18 tahun ke bawah yaitu setelah lulus Sekolah Menengah Atas, maka di era sekarang nikah muda itu rentangnya menjadi lebih luas, karena menikah di usia 22 tahun saja masih dianggap nikah muda. Pada dasarnya Dalam pandangan hukum Indonesia, kisaran usia 20-25 tahun bagi wanita tidak masuk dalam lingkup usia dini untuk menikah. Menurut UU Perkawinan nomor 1 tahun 1974 pasal 7, usia layak nikah untuk pria adalah 19 tahun, dan 16 tahun bagi pihak perempuan (Peraturan ini banyak dianggap secara eksplisit bertentangan dengan UU Perlindungan Anak yang mematok usia 18 ke bawah dalam kategori anak-anak.) Meski demikian, selain patokan de jure, kita memiliki beberapa ukuran kedewasaan secara sosial yang banyak ragamnya. Lingkungan masyarakat perkotaan modern, menganggap remaja berusia 25 tahun sudah cukup dewasa dan pantas untuk menikah. Namun hal itu masih dengan catatan sudah menyelesaikan jenjang kuliah untuk perempuan, dan sudah memiliki sumber penghasilan bagi laki-laki. Oleh sebab itu dengan semakin banyaknya anak muda kota besar dari kelas sosial A dan B yang mengenyam pendidikan hingga bangku kuliah, maka tidak heran bila nikah muda mengalami pergeseran arti pula dari waktu ke waktu.

Dan memang, dari zaman nenekku masih perawan sampe Natalie Portman menang Oscar 2011, masalah nikah muda selalu menjadi perbincangan yang seru. Ada yang setuju, ada juga yang tidak setuju. Kubu yang setuju beralasan agar menghindari zina, sunah rasul, bahkan karena si cewek terobsesi agar umurnya tidak jauh dengan anaknya sehingga disangka orang2 sebagai kakak-adik. Lain lagi alasan kubu yang gak setuju, mereka beranggapan nikah muda dapat mengakibatkan meningkatnya angka kematian ibu hamil di usia muda dan meningkatnya angka perceraian karena pasangan nikah muda kebanyakan belum matang (air kali belum mateng,) sampai hal klise yaitu mesti siap mental dan materi yang cukup. Mendokusai na.. (baca: repotnya...)

Yang jelas, menurutku kamu tidak harus punya rumah dulu baru menikah. Kalo memang umur dan sikap mental sudah siap, serta gaji bulanan sudah cukup untuk menghidupi keluarga barumu walau gak mewah2 amat, maka menikahlah. Dan bila kamu bertanya, "Ayas sendiri kenapa sekarang belum nikah?" Aku akan jawab, "Belum cukup materi. Walau gak harus menunggu sampai aku punya rumah sendiri, tapi masa iya isteriku harus dikasih makan rumput. Kalo masalah mental mudah2an sudah siap sih, hehe... "

:kimpoi :kimpoi :kimpoi



NB: Bagi yang udah siap nikah tapi bingung cari pasangan, mungkin situs ini bisa membantu: http://ayonikah.com/


“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”
(Ar-Ruum 21)

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”
(QS. An-Nur 26)

“Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya”
(HR. Bukhori-Muslim)

“Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang”
(HR. Abu Ya¡’la dan Thabrani)

“Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.”
(HR. Baihaqi)

22 komentar:

  1. akhirnya beneran diposting. berhubung ayas sekarang sudah berstatus cowok metropolitan, jadi harus punya persiapan yang matang dulu buat married (karena cewek metropolitan ga bakal mau hidup selamanya sama cowok yang ga jelas).
    biasanya looo...

    tapi toh sekarang kan udah jadi PNS to? gampang itu..tinggal lanjutin cari modal, buka usaha lain buat kerjaan sampingan. :P

    BalasHapus
  2. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”
    (QS. An-Nur 26)


    yah itu makanya yuk mari kita memperbaiki diri.. biar jodohnya juga baik bang... :D

    BalasHapus
  3. Kalau gitu segera saja nabung buat persiapan nikah. BTW, udah ada calon belum?

    BalasHapus
  4. Nikah muda sih sah2 saja karena sangat tergantung pada kesiapan pribadi masing2. Kalau sudah siap, meski usia masih muda, memangnya harus ditunda? Kang enggak.. :p

    BalasHapus
  5. Ternyata kondangan itu bahasa Inggris to, Om...? hahaha

    BalasHapus
  6. Kalau sering2 diundang ke resepsi pernikahan, pasti bolak balik pengen segera nikah dong... :p

    BalasHapus
  7. Andaikn dah dapt rezeki dan jodoh skrng, napa tidak untuk nikah muda.??

    BalasHapus
  8. kalau aku sih lebih setuju menikah bila sudah siap materi dan mental.


    dan..lebih baik memang kalo udah punya rumah sendiri. biar lebih h emat. kalo masih kontrak rasanya ada yg ganjal.

    BalasHapus
  9. hahaha....udah lamar aja tuh yg di depan bos zul... :P

    BalasHapus
  10. Ayas mau nikah tahun ini ? amin. rencana bagus tuh yas, semoga diijabahNya. Ayo segera direncanakan kl sdh leteu yang sreg. Kl buat saya, Ayas nikah saat sekarang, ya bukan nikah muda lagi. Wong Ayas sudah matang, hahaha. Sudah selesai kuliah, sudah bekerja, apalagi yang dituggu. Ditunggu undangannya, hihi. Kabur ah....

    BalasHapus
  11. wah,sepertinya mau nikah tahun ini ya?hehe..klu ada waktu kunjungi blog ane ya

    BalasHapus
  12. berkunjung kawan,maaf bru bs blogwalking

    BalasHapus
  13. sip kita ketemuan nanti pas sabtu pagi ya

    BalasHapus
  14. mau nikah tahun ini, semoga dikabulkan

    BalasHapus
  15. pengen nikah muda, tapi katek duit,.. heuheuheu

    BalasHapus
  16. Nikahlah yas, mumpng belom kiamat... huft, kayak aku dah nikah aja ya... hahahahaha...

    Kalo dirimu lom nikah karena masalah materi, maka diriku karena belom ada yg melamar, wkwkwkwkwkw

    BalasHapus
  17. emz menikah muda boleh jg klw udah da jdoh'y n udh siap dan matang sgla'y,,,
    jdi gx perlu di takutkan.....

    BalasHapus
  18. menikah harus siap dalam smua segi ya mas,,,,

    BalasHapus
  19. memang ce zaman sekarang ini sudah banyak org yg menikah muda,,,,
    jadi mnikah muda sangatlah wajar asalkam kedua'y sudah siap dan matang.

    BalasHapus
  20. setuju juga klw menikah di usia muda juga,, asalkan sudah siap segala sesuatu'y.....

    BalasHapus