Selasa, 12 Juni 2012

Bukittinggi

Halooo, blog. Bang toyib balik lagi nih. Bukan karena banyak kerjaan atau ga ada mood buat nulis tapi kemaren-kemaren aku memang lagi males aja. Dan terkadang memang ga perlu ada alesan untuk menjadi pemalas, kan. Dan entah kenapa kali ini rasa males itu hilang dengan sendirinya. Makanya aku mau cerita-cerita sama kamu aja kali ini. Syukur-syukur mau dengerin. Ga juga, ga bikin aku galau kok.

Begini ceritanya, beberapa hari kemaren, aku baru pulang dari dinas ke sawahlunto. Sawahlunto itu salah satu kota di sumatera barat yang jaraknya kurang lebih tiga jam dari padang. Jadi, total waktu perjalanan dari jakarta menghabiskan ga kurang dari empat jam perjalanan dengan posisi duduk manis. Benar-benar bukan hari keberuntungan bagi bokongku. Termasuk punggung juga.

Di hari terakhir dinas, sayang banget kan kalo ga diajimumpungkan dengan berwisata ria. Masalahnya, tempat wisata di sumatera barat jaraknya jauh-jauh bos satu dengan yang lainnya. Jarak antar sawahlunto ke bukittinggi aja makan waktu 3 jam. Terus kalo dari bukittinggi mau maen lagi ke danau singkarak, bakalan makan waktu berjam-jam lagi. Intinya perjalanan kali ini menyita banyak waktu di jalan.

Memperhitungkan waktu dan berbagai kemudahan dalam perjalanan menuju bandara esok harinya, maka aku dan harish, teman dinasku, ga da pilihan selain cuma maen ke bukititnggi. Lagian kami dapet kabar kalo hari itu di bukititinggi lagi ada event tour de singkarak, lomba balap sepeda tingkat internasional, yang kebetulan hari itu diadakan di bukitinggi. Jadi ga ada ruginya juga sekalian bisa nonton sport tourism event seperti itu.

Sesuai rencana, kami naik travel sawahlunto-bukittinggi. Nama travelnya, emkazet, ejaannya persis seperti itu. Ga kurang dan ga lebih sama seperti pemerintah kita memberi nama gas tabung elpiji. Nyeritain soal travel ini pun seru banget. Bagiku, sopir ngebut itu ga masalah, yang penting aman. Maksudku begini, di dunia ini aku yakin banget ada orang-orang yang memang dilahirkan bisa nyetir dengan baik, jadi biarpun dia bawa mobil ngebut, tetap aman terkendali. Tapi ada juga tipe manusia yang tidak dilahirkan seperti itu, tapi terkadang tetap maksa untuk merasa seperti itu. Makanya sering terjadi kecelakaan di jalan raya dikarenakan orang-orang yang merasa dirinya seperti fernando alonso atau valentino rossi atau siapupun yang mereka anggap jago nyetir. Untungnya sopir travel kami jago juga, sayangnya memang jalannya aja yang jelek. Banyak bolong dan tampelan aspal disana-sini. Aku dan harish pun terjebak dalam kondisi duduk-loncat-duduklagi-loncatlagi. Okelah mau ga mau kondisi itu harus diterima karena memang beginilah resiko perjalanan jauh dengan travel dan jalan seadanya. Setidaknya kami bisa duduk tenang dan lapang di bagian belakang karena dari jatah 4 kursi cuma kami berdua yang ngisi. Ternyata kondisi "setidaknya" itu cuma bertahan beberapa menit. Ga lama kursi travel terisi full. Fyi, jumlah kursi travel itu ada 18 termasuk sopir. Setengah jam kemudian turun 1 orang, tapi yang naek malah 3. Gila ga tuh. Dan akhirnya travel ga manusiawi itu diisi 25 orang. Ada yang sebaris diisi 6 orang. Bahkan ada seorang bapak yang nangkringin bokongnya di jendela mobil. Dahsyat.
Sebelum...

Sesudah...
Satu hal yang sangat membekas dari perjalanan darat itu adalah pemandangan alam yang dilewati. Aku yakin kita semua pernah melakukan perjalanan darat yang cukup lama sambil melihat pemandangan alam yang serba hijau di kiri kanan kita. Tapi yang kumaksud kali ini bukan hanya sekedar pemandangan serba hijau yang biasa-biasa aja, guys. Karena ga semua pemandangan serba hijau itu bisa dideskripsikan dengan hamparan sawah luas yang menghijau dan menguning, yang bertingkat dan tersusun rapi, apalagi hamparan sawah itu dilatarbelakangi pepohonan kelapa dan bukit yang puncaknya sedikit tertutup awan putih, ditambah lagi disisi kiri sawah, rombongan sapi sedang makan rumput-rumput segar yang didepannya mengalir air irigasi menuju parit-parit kecil di pinggir jalan. Sementara lagu jamrud khatulistiwanya white shoes and the couples company mengalun indah dari ujung earphoneku. Pas banget dah momennya. Waktu kecil aku pernah melihat pemandangan alam seperti itu di lukisan yang digantung di dinding rumah nenekku. Mungkin benar mungkin juga salah, tapi aku rasa lukisan itu dilukis di sumatera barat, walau mungkin bukan di jalan yang kelalui antara sawahlunto-bukittinggi, tapi aku yakin lukisan itu mestinya dilukis di suatu tempat di sumatera barat. Ya, aku yakin.

Sampe juga di bukittinggi. Walaupun kotanya kecil tapi menurutku enak juga untuk berwisata disana. Pertama karena banyak spot menarik yang bisa dilihat disana. Jam gadang tentunya, belum lagi ngarai sianok, museum bung hatta, dan spot lainnya yang bersejarah. Kedua, tempatnya yang adem karena terletak di ketinggian 1000 mdpl dan jalanannya yang relatif tenang dan bersih, jadi enak aja kalo buat jalan kaki sambil menghirup udara segar. Ga lama setelah kami dapet hotel yang hari itu kebanyakan sudah full booked karena tour de singkarak, kami langsung cari makan dulu di pasar atas. Ya, disana ada yang namanya pasar atas dan pasar bawah, padahal menurut apa yang aku lihat, sebenarnya pasarnya nyambung kok sampe bawah, jadi kalo memang mesti dibagi begitu kenapa ga sekalian aja ada pasar tengah. Anyway, setelah salah jalan dan sedikit nyasar, akhirnya aku berhasil membimbing harish ke tempat makan sebangsa warteg di pasar atas. Disana banyak pondok-pondok makan gitu yang jualan nasi kapau, ketupat, dan makanan sejenis. Dan alasan gimana aku bisa tahu tempat tersembunyi itu adalah karena sebenarnya aku sudah pernah ke bukittinggi. Waktu itu aku masih kuliah semester empat, aku dan teman-teman seangkatan lagi kuliah kerja lapangan di balai diklat tambang bawah tanah di sawahlunto. Jadi pulang dari sana kami maen juga ke bukittinggi. Itu adalah momen jalan-jalan bareng seangkatan yang pertama dan terakhir bagi kami karena setelahnya semua teman sudah punya prinsip masing-masing dalam nyelesain kuliah. Itulah kenapa ga ada yang bisa ngalahin kenangan bersama teman-teman masa sma, kan?

Selesai urusan isi perut, aku dan harish udah siap di pinggir jalan menunggu peserta lomba balap sepeda. Lama juga mereka munculnya, nyaris sejam berlalu mereka akhirnya muncul juga. Ternyata posisi peringkat pertama hanya diperebutkan dua pembalap terdepan, ga lama kemudian barulah muncul serombongan pembalap lain dari tikungan jalan. Dan begitulah seterusnya sampe balapnya selesai. Selanjutnya adalah acara tari-tarian khas minang sambil menunggu semua pembalap istirahat. Acarapun akhirnya ditutup dengan pengumuman juara dan pemegang jersey, yang diserahkan oleh gubernur sumbar dan pejabat lainnya. Oh iya, sebelumnya yang aku tahu hanya ada jersey kuning yang menjadi identitas untuk juara umum dalam kejuaraan balap sepeda ini, ternyata ada juga yang namanya jersey polkadot untuk juara tanjakan dan jersey hijau untuk pembalap yang menjadi raja trek turunan. Dan karena diadakan di indonesia, ada satu lagi jersey, yaitu jersey merah putih, yang menurutku hanya sebatas jersey hiburan untuk pembalap tuan rumah, yang sebenarnya ga jadi raja di trek apapun.

Senangnya temenku ini

Lagi makan es cendol durian.
Mangkok berisi es + cendol + durian
Dan berakhirlah jalan-jalan kami hari itu. Malamnya lagi-lagi keliling pasar atas-tengah-bawah buat cari makan dan cinderamata (udah lama ga nemu istilah ini). Sesampainya di jakarta besok sorenya, aku ngerasa ga enak badan, kemungkinan besar dikarenakan kecapean dan udara dingin bukittinggi yang bikin ac kamar ga diperlukan disana. Dan bener aja, sabtu pagi badanku merinding disko. Hatchii  ;~~((

10 komentar:

  1. Waaaah....dinas ke Sumbar ternyata. Kok nggak bilang2, tahu gitu kan bisa aku oleh2in rendang. hahahaha...
    Welcome to my Village ya. Berkunjung lagi kapan2 :D

    BalasHapus
  2. dilihat dari judulnya tadi tak kira ketemu om bukik, hajebulnya kok bheeee dolan

    BalasHapus
  3. setahu inyong travel itu satu kursi buat duduk satu orang, ini kok sampe berdesakan kaya bis umum saja

    BalasHapus
  4. berbagi Kata Kata Motivasi
    Bahagia dan memilih sendiri jalan hidup adalah sesuatu yg harus kamu sadari. Jangan biarkan seorangpun yg menentukannya untukmu.
    semoga bermanfaat dan ku tunggu kunjungan baliknya ya :D

    BalasHapus
  5. Kebersamaan memang yang terpenting. . .

    BalasHapus
  6. berbagi Kata Kata Motivasi
    Senyumlah, tinggalkan sedihmu. Bahagialah, lupakan takutmu. Sakit yg kamu rasa, tak setara dengan bahagia yg akan kamu dapat.
    Air mata tak selalu menunjukkan kesedihan, terkadang karena kita tertawa bahagia bersama sahabat terbaik kita.
    semoga bermanfaat dan dapat di terima :D. ku tunggu kunjungan baliknya gan :D

    BalasHapus
  7. hoalaaahhh masss ampe segitunya..,.,, hihihi

    BalasHapus
  8. lama gag mampir kaget tenan blognya brubahhhhh, jadi "UNyu-Unyu" hihihihihihi..

    Panjang benerrr ceritanya, bertubi-tubi.. :D

    BalasHapus
  9. pasti seru banget ya gan , dengan suasana yg indah dan kocek yg indah juga pastinya :)

    BalasHapus