Kamis, 04 Oktober 2012

Catatan Seorang PNS

Perlu diakui menjadi pns itu memang bikin bete karena kebanyakan nganggurnya di kantor. Ya, ada sih saat-saat sibuk tapi kalo dibandingin sama waktu kerja swasta, ya ga ada apa-apanyalah. Eits, tapi bukan berarti aku makan gaji buta ye. Semua kerjaan beres kok, hanya saja karena terlalu banyak pns-nya dibandingin volume kerjaan jadinya jatah pekerjaan pun dikurangi. Sebagai PNS muda, aku sangat mendukung program remunerasi dari pemerintah, yang intinya merampingkan organisasi struktural pns sehingga nantinya diharapkan beban kerja pns diperbanyak sehingga jumlah pns 'nganggur' pun bisa dikurangi. Sayangnya, pns yang sudah tuwir kebanyakan ga mau remun. Ya, tau sendirilah kenapa. Indon gitu lho :)

Nah karena kebanyakan nganggur di kantor inilah, akhirnya wangsit itu datang juga. Entah angin surga dari lantai keberapa yang berhembus di hati blogger murtad ini untuk kembali ke jalan yang benar. Tiba-tiba aja rasa pengen ngeblog itu muncul lagi. Mungkin agak berat kembali ke aktifitas yang sudah lama ditinggalkan. Sesulit jagoanku, spiderman menemukan kembali jati dirinya setelah ditinggalkan sang paman (sekarang aku bisa merasa apa yang kamu rasa, pete). Bagaimanapun, aku pasti bisa *pake hachimaki*

Sesuai tema blogku yang menceritakan kehidupan pribadi, tentunya aku bakalan cerita apa saja yang aku alami setiap harinya. Tapi kali ini aku rasa akan banyak difokuskan ke masalah-masalah seputar pekerjaanku. Ya, lebih menceritaan kehidupanku sebagai pns. Seru juga kali ye kalau bisa mengkritisi pemerintah, which is bagian dari diri sendiri lewat tulisan biar bisa lebih baik lagi.

Well, kisah awal aku menjadi pns sebenarnya sudah kutulis akhir tahun 2010 dalam posting berjudul 2w4f. Intinya aku yang dari jaman tk sampe kuliah ga pernah nyebutin bakal jadi pns kalu ditanya siapapun, ternyata karena iseng, akhirnya menjadi pns juga. Mengikuti jejak kakak dan adikku yang sudah menjadi pns terlebih dahulu. Fyi, sampe sekarang masih ada orang yang ga percaya, bahkan kalangan keluarga sendiri ga percaya kalau aku dan saudaraku menjadi pns tanpa nyogok seperserpun. Terlebih lagi aku yang bisa dapet status pns pusat yang notabenenya kerja di jakarta. Jadi, waktu mereka tetep keukeuh nanyain berapa jumlah sogokannya, aku jawab aja sekenanya "ratusan juta, mas."

my cubicle
Hampir dua tahun berstatus sebagai pns, akhirnya aku bisa membenarkan perkataan orang kalau pns itu adalah pekerjaan paling santai se-indoensia raya. Alasannya ya seperti yang aku tulis di paragraf pertama tadi. Kalau masalah gaji ya pastinya cuma cukup dan ga bakal lebih banyak buat disimpan tapi kalau dikasih pilihan antara kerja-dikit-pulang-sore-tapi-gaji-pas-pasan dengan kerja-sampe-malam-(apalagi harus menghadapi kemacetan ibukota pas pulang kerja,, iiihh) tapi gaji agak lebih banyak dari pns, aku mending pilih opsi yang pertama, deh. Tapi ya itulah, aku rasa semuanya kembali ke persepsi kita masing-masing dalam menjalani hidup. Dan kabar baiknya menjadi pns pusat aternyata banyak untungnya. Ntar-ntar deh diceritain. Sekian dulu mukadimah the reborn of blog ayas. See you soon.

3 komentar:

  1. kalau aku ngga bisa ngganggur tu, masuk kelas jam 07.15 selesai jam 12.30 kemudian dilanjutkan jam ekstra kurikuler mulai jam 13.00 sampai jam 15.00 sampai rumah jam 16.30

    BalasHapus
  2. hehhee, jaman sekarang emang susah Ayas, orang percaya kalo PNS tanpa nyogok, kenapa kita jadikan budaya ya?

    Sepupu gw, juga udah jadi PNS, dokter pula. di Bali pula. He paid nothing. not a penny!

    Masih ada kok orang jujur di Indo, kita harus memperbanyak jumlahnya saja!

    BalasHapus
  3. @ceritatugu: iya pak, banyak juga yang sibuknya. kebetulan aja saya ga terlalu sibuk :p

    @gek: iya gek. mudah-mudahan kami-kami yang msh muda ini bisa membawa perubahan, walau ga drastis. untuk indonesia lebih baik. amiiin.

    BalasHapus