Jumat, 12 Oktober 2012

Indon = Ejekan ?

Pagi ini, belum lama aku keluar kost mau berangkat ke kantor, lewatlah sepeda motor sambil melempar kantong kresek ke arah kali di bawah jembatan kecil deket flyover tebet. Eh, sampahnya mental lagi kena tiang jembatan. Si bapak itu nyuruh anaknya yang berseragam sd turun dari motor untuk ngebuang sampah dalam kresek hitam itu di kali. Setelah sampah dibuang, motorpun melaju dengan santainya. Wow! Binatang lepas dari bonbin ragunankah itu?

Emang ga mudah menumbuhkan kesadaran masyarakat kita, bahkan untuk hal sekecil buang sampah pada tempatnya. Termasuk si bapak tadi, padahal ga sampe 5 meter di dekat jembatan itu ada tempat sampah, lho. Masa iya dia ga liat, rasanya tiap pagi dia nganter anaknya sekolah lewat situ kalaupun ga liat apa bener cara yang dia lakukan? Sebenarnya aku udah mau ngomel biar dia malu di depan anaknya, sialnya dia udah ngibrit aja. Seperti biasa, setiap melihat tingkah orang indonesia sejenis itu, aku cuma bisa bilang "Indon, gitu lho."

Nah, mengenai istilah indon, ada ceritanya nih. Waktu panas-panasnya hubungan indonesia-malaysia karena kasus pencurian budaya yang dilakukan malaysia, aku sering mengikuti beritanya baik dari media cetak, media elektronik, maupun media online dan sosial, salah satunya kaskus. Aku sih geli aja ngeliat dua bangsa satu rumpun ini saling ejek satu sama lain. Tapi yang bikin aku penasaran adalah kenapa orang malaysia menyebut kita dengan istilah indon yang bikin kita pun tersinggung dengan sebutan itu. Setelah penelusuran yang cukup mendalam (weiis), akhirnya bisa kusimpulkan bahwa istilah indon yang mengacuh ke indonesia sebenarnya bahasa lumrah di malaysia, bahkan di singapura. Anehnya bagi kita terdengar berkonotasi negatif sehingga kita merasa dilecehkan ketika orang malaysia mengatakan indon. Sampai-sampai KBRI kita disana menyampaikan protes secara resmi yang kemudian direspon pemerintah malaysia dengan mengeluarkan larangan penggunaan istilah indon di malaysia.

Sekarang, yang kukritisi disini adalah kenapa juga kita merasa tersinggung. Bukan berarti aku ga nasionalis, kalaupun orang malaysia yang menyebut kita indon ya kasih tahu dong yang benernya indonesia, kalau mereka masih menyebut indon, ya kita panggil aja mereka malay. Tersinggung ga mereka? Ada satu bahasan menarik di bukunya ippho santosa yang mengambil contoh kenapa sepakbola kita beberapa tahun belakangan selalu kalah melawan malaysia. Kata ippho salah satu penyebabnya adalah karena di dalam diri kita (dalam hal ini supporter) tertanam rasa benci yang amat sangat kepada malaysia. Entah karena malaysia mengklaim budaya kita atau karena kita merasa dulunya mereka belajar sama kita (baca: sombong), yang jelas secara ga langsung rasa benci itulah yang mengalahkan kita. Ini komentar ippho santosa, lho, sang pakar otak kanan. Pointnya, menurutku kita terkadang mudah banget memperlemah diri sendiri sehingga orang lain pun dengan mudah memperlemah kita.

Makanya, istilah indon itu terkadang kupake sendiri untuk mengekspresikan rasa kecewa terhadap tingkah laku sebagian anak negeri ini. Seperti kemarin waktu ngeliat ada mbak-mbak kantoran menyeberang jalan rasuna said yang jelas-jelas di atasnya ada jembatan busway. Spontan aja aku ngomong "liat hon, ada indon nyeberang jalan," spontan juga aku dicubit honhon karena bilang indon. Duh, indon oh indon.

Nb: Kalo budaya buang sampah di tempat aja susah banget, apa kabarnya budaya kerja pns di kantor gue, ya??? Yuk mari...

4 komentar:

  1. ya apalagi orang malaysia suka ngomong Indon utk mengejek orang Indonesia. btw, honhon nya siapa nih?

    BalasHapus
  2. makanya anak harus diajar sejak dini. Kalau ga dari diri sendiri yang berubah, mana bisa ngubah orang laen??

    BalasHapus
  3. indon itu bahasa kasarnya "in down"..itu konotasi jelek buat orang Indonesia..saya sih ogah dibilang indon...im from Indonesia hehe..

    BalasHapus
  4. @mb fanny: ya mb. honhonnya siapa yaa? *grin.

    @gek: betul banget bu guru :p

    @isti: wah kalo udah menjurus 'inddown' mesti dihardik keras tuh, malay.

    BalasHapus