Selasa, 16 Oktober 2012

Ngaco di Waktu (kebanyakan) Senggang

Hai, perkenalkan! Namaku miss pigrass. Emang terkesan ga kreatif banget ya? Tapi hei, setidaknya aku punya nama. Aku seekor babi mutan, lho. Mutan adalah jenis makhluk hidup kelima di bumi setelah manusia, tumbuhan, hewan, dan tentunya makhluk "uka-uka". Kenapa aku seekor mutan? Kalo kata mamaku yang merupakan babi berdarah murni, waktu itu di suatu malam mama terbangun karena lapar. Berhubung ga ada makanan lagi di kandang mama pun punya ide. Mamaku poop! Setelah itu dimakanlah poopnya itu. Sebenarnya ga ada yang salah dengan babi kalau makan poopnya sendiri karena babi lain juga melakukan hal yang sama, tapi masalahnya mama poopnya di atas rumput keramat. Darimana mama tahu? Karena ga lama sehabis makan poopnya mama dikejutkan dengan munculnya sesosok bayangan hitam. "Saya dewa rumput. Selamat! Kamu sudah kena jebakan betmen. Rumput yang barusan kamu makan adalah rumput kenistaan. Setiap seratus tahun sekali rumput itu akan tumbuh untuk menebus dosa semua rumput di bumi. Maaf ya, kalau kamu yang jadi korbannya," kata mamaku menirukan suara dewa rumput yang menurutku seperti suara mama kiki fatmala waktu ngamuk-ngamuk di infotainment. Setelah ngomong begitu, si dewa rumput langsung lenyap seketika meninggalkan mamaku yang masih ternganga. Refleks, mama lari terbirit-birit masuk kandang dan langsung merem sambil tarik selimut. Keesokan paginya mamaku masih ga percaya atas semua yang dialaminya semalam, sampai ketika bangun di pagi hari berikutnya mama merasa mual. Mama udah feeling kalau mualnya kayak babi hamil. Dan bener aja, semakin hari perut mama semakin membesar. Empat bulan kemudian aku pun dilahirkan dalam keadaan berambut rumput di punggung.
I AM A CURSED PIG pigemoticon

Ketika kecil aku adalah seorang penyendiri. Bukan karena ga gaul tapi teman-teman seusiaku pada ga mau kugauli. Ada sih satu dua anak yang mengajak bermain bersama, tapi baru saja aku mau mendekat, orang tua mereka sudah melarang dari kejauhan. Belum lagi caci maki dan pandangan jijik dari setiap mata yang memandang. "Jangan minder, nak! Biarkan orang berkata apa. Banggalah pada dirimu sendiri," sedikit nasehat mama yang masih kuingat sampe sekarang. Nasehat yang benar-benar manjur untuk memotivasiku untuk tetap bertahan hidup, semanjur nasehat itu membuat mamaku tabah dalam membesarkanku dan mengacuhkan omongan babi lain atas kehamilan diluar nikahnya.

Pertanyaannya sekarang, kapan aku bertemu mas ayas? Kenapa aku bisa tau akun blognya? Yang paling absurd, bagaimana aku bisa membaca dan menulis? Semuanya akan aku jawab di posting berikutnya, ya. Sekian dan terima kasih.

7 komentar:

  1. hlo boneka ini pernah aku beli buat anakku kalau ngga keliru harganya 20 ribu rupiah

    BalasHapus
  2. ini opo to Yas?
    Ga Je begindang..
    Oh nooo...

    BalasHapus
  3. @ceritatugu: haha.. iya ya, pak? Kalo aku dikasih soalnya :p

    @gek: namanya juga ngaco gek :))

    BalasHapus
  4. Ceritain ke Ara arghh #EmakGakKreatipp....

    BalasHapus
  5. @dika: jangan dik, ntar ara stres, haha...

    BalasHapus
  6. miss pigrass mutan??
    temannya wolverine dong

    BalasHapus