Sabtu, 20 Oktober 2012

Ngesop di Bogor

Guys, sorry ya kemaren postinganku diinterupsi sama miss pigrass. Tapi tenang dia udah aku kandangin jadi ga bisa jail lagi. Ceritanya, rabu-jumat kemarin aku dinas di bogor ngerjain standar operasional prosedur (sop) pekerjaan di kantor. Hebat, kan! Faktanya, di sebagian kebanyakan kantor pemerintahan, banyak pekerjaan yang ga jelas sopnya karena memang belum ada. Lebih hebat lagi terkadang kegiatan seperti sop, uraian jabatan (reformasi birokrasi) adalah kegiatan yang banyak mengalami perubahan tiap tahunnya, makanya belum rampung ngerjaian peraturan yang satu, sudah diubah dengan peraturan baru. Kalo begini caranya jangan harap cita-cita mulia grand design reformasi birokrasi 2010-2025 itu bisa terwujud. "Tapi kan kalau ga gitu kemen pan dan rb ga ada kerjaan dong, bisa-bisa bubar tuh kementerian..." Hei siapa yang teriak itu??!!

Ok. Mending melihat sisi posiifnya dulu, yaitu aku dan teman-teman seangkatan akhirnya bisa ngumpul dan kerja bareng. Walau kelihatan sepele tapi membuat sop pekerjaan sesuai dengan permen pan dan rb terbaru no 35 tahun 2012 ini membutuhkan pemikiran yang 'fresh' dari 'anak-anak baru' di kantor. You know lah kenapa. Terus kalau sop ini sudah berbentuk surat keputusan eselon, itu berarti, we made the rules!

Ngomongin tentang ngumpul bareng, seingatku baru kali ini kami dikumpulkan bersama untuk membuat sesuatu yang baru untuk kantor, bukan hanya pekerjaan tahunan yang itu-itu saja. Memang ga semua, sembilan belas, orang bisa ngumpul karena empat teman yang lainnya berhalangan hadir karena dinas dan tugas belajar. Sebelumnya kami pernah juga ngumpul bareng, lengkap malah, tapi itu sudah berbulan-bulan yang lalu. Itupun acaranya buka puasa bareng. Masih ingat di kepalaku gosip-gosip kami tentang pekerjaan di kantor. Tentang betapa bersyukurnya kami dengan status cpns gratis yang dipegang waktu itu sementara yang lain rela membayar ratusan juta demi menjadi seperti kami. Tentang gaji pns yang lebih dari cukup mengingat kami adalah pns kementerian yang tunjangannya lebih besar dibanding pns daerah. Dan tentang satu kata yang sekarang banyak dari kami termasuk aku lupakan. Idealisme. Ya! Benar-benar isu yang sensitif bagi setiap orang dalam menjalani pekerjaannya karena ideal bagi setiap orang itu berbeda. Kalau dapat kukatakan idealisme itu ibarat pasir di genggaman tangan. Kalau genggaman kita terlalu erat maka jatuhlah pasir itu dari sel-sela jari. Pun kalau genggaman kita terlalu renggang maka pasir akan tertiup angin. Tak perlu banyak teori tentang hal ini, semua orang bisa menjawabnya dengan hati nurani. Satu hal yang pasti, kalau kau ingin melihat siap temanmu yang sebenarnya, berilah dia jabatan! Yang setuju ngacung!

Ngomongin tentang ideal, bagiku hotel yang ideal adalah hotel yang ada ac dan tv, mengingat setidaknya itulah fasilitas minimum hotel bintang dua yang merupakan kelas hotel untuk perjalanan dinas pns golongan tiga sepertiku. Tetapi yang jauh lebih penting adalah bersih. Sayangnya, itu tidak terjadi di hotel dalam dinasku kali ini. Sebenarnya hotel di bilangan bogor ini cukup luas dan asri, sayang karena terlalu banyak kamar dan nampaknya sedikit tamu yang datang, jadi ga semua kamar terawat dengan baik. Kesimpulan ini kuambil setelah mensurvei kamar teman-teman yang lain. Okelah, tv dan ac ada, meski tv-nya kabur dan ac-nya ga dingin. Tapi kok toiletnya bau banget ya (refleks nutup idung sambil nulis posting ini). Bau pesing bercampur amis. Hooekkk. Rasanya, ini toilet hotel terbau yang pernah aku temui selama dinas deh! Bahkan waktu aku nginep di hotel kelas melati waktu dinas ke padang, toiletnya aman-aman aja kok.

Lagi-lagi melihat sisi positifnya adalah aku nginep di bogor. Udara paginya bikin aku cepat bangun dan keluar kamar. Ditambah lagi pemandangan belakang hotel yang sedap dipandang mata, dimana hamparan rumput bermandikan embun mengelilingi pepohonan rindang, sementara riakan suara air kolam di samping taman bagaikan alunan musik klasik yang menenangkan jiwa. Aaah... benar-benar tempat yang indah untuk menyeruput segelas kopi hitam ditemani sepotong roti isi selai coklat. Intinya, Nikmaattt!! Rasanya, itu dulu ya, guys! See you.

6 komentar:

  1. salut banget Ayas.. you did the right thing. See the positive thing in your life. *hugs*

    BalasHapus
  2. apalagi dulu banget, Bogor lebih enak. sekarang udah makin panas dan macet. btw, beli roti unyil gak disana?

    BalasHapus
  3. ga beli mb tapi kita seperti biasa kalo kesana mampir ke macaroni panggang :p

    BalasHapus
  4. ah..ayas omongannya udah berat aja sekarang :D
    aku ga mau ikutan komentar soal idealisme atau yang lain, yang mau kutanyain cuma "Kapan nikah yas?" huahahahahaha, kabuurrrrrrrr :))

    BalasHapus
  5. @henny: hai hen, long time no see. iya nih tahun depan doain ya :D

    BalasHapus