Minggu, 04 November 2012

Lembur

Ngiiittt... ngiiittt... scanner itu berbunyi nyaring memecah suasana sunyi senyap di ruangan. Sementara yang terdengar di telingaku hanyalah suara otakku sendiri yang seakan-akan berbicara "Cepatan pulang, yas! diluar udah gelap, lho! sok berani nih si ayas, sendirian di ruangan, lantai 6 lagi. Masih ingat kan yas cerita orang kantor tentang mbak-mbak rambut panjang di lantai ini. Lagian salah sendiri mau-maunya ngelembur di hari libur!" Aku hanya diam tertegun menatap tumpukan dokumen berisikan deretan angka rupiah yang menjelaskan besaran jumlah pengeluaran kantorku tahun depan, bukan jumlah rupiah yang kecil tentunya. "Aduh... masih banyak lagi dokumen yang belum discan," aku ngebatin sambil fokus dengan apa yang aku lihat. Pokoknya jangan melihat ke arah pintu itu. Jangan sampe! Tiba-tiba terdengar suara jeritan yang bikin jantungku seakan lepas dari tempat dimana seharusnya berada. Help!!!

Begitulah pengalamanku lembur di hari libur kemarin. Ceritanya dimulai sehari sebelumnya ketika aku dan senior mendapat tugas untuk menghadiri acara penelaahan rencana kerja dan anggaran kementerian/lembaga (rkakl), yaitu semacam rapbn-nya setiap kementerian atau lembaga pemerintah non kementerian, di gedung kementerian keuangan. Kantorku adalah salah satu unit utama kementerian yang diundang untuk ditelaah rkakl-nya. Berhubung ini adalah penelaahan terakhir, maka koreksi rkakl harus diselesaikan semua secepat-cepatnya mengingat dua hari setelahnya sudah harus masuk proses lanjutan. Sialnya kerjaanku banyak mendapat koreksi, mau ga mau aku harus lembur besoknya.

Sabtu pagi, aku sudah duduk manis di depan layar komputer kantor memperbaiki dokumen-dokumen keuangan yang dikoreksi kemarin. Banyak banget yang harus dipersiapkan, mulai dari peraturan perundang-undangan sampe faktur belanja bahan. Untungnya ga lama kemudian bos dan seniorku datang, jadi kerjaan yang kuprediksi bakalan bikin begadang di kantor bisa selesai sore harinya. Ketika kerjaan hampir rampung, aku menyuruh mereka pulang duluan, takutnya mereka pulang kemalaman karena rumah mereka jauh dari kantor. Lagian perbaikannya tinggal sedikit lagi dan setelahnya tinggal discan. Bloonnya ayas tasli, ada sebagian file yang kedelete sehingga mesti diketik ulang (sounds like ayas banget). Ujung-ujungnya malah aku yang kemalaman pulangnya. Nah, ketika menscan dokumen inilah mulai deh suara-suara di pikiranku seakan memutar kembali rekaman pembicaraanku dengan orang-orang kantor tentang keangkeran lantai 6.

Menurut orang-orang kantorku, lantai 6 ini memang paling spooky. Banyak orang yang mengaku pernah bertemu dengan si dia yang berambut panjang. Bosku juga cerita pernah melihat barang di ruangannya bergerak sendiri padahal sore itu belum gelap-gelap banget. Kalau aku sendiri belum pernah mengalami kejadian seperti yang mereka ceritakan. Amit-amit deh. Walau mencoba ga berpikir yang aneh-aneh tentang betapa seramnya lantai 6 ini tapi pikiran itu tetap aja terlintas di kepalaku. Makanya, aku cuma diam aja sambil melihat lurus ke dokumen-dokumen yang belum discan, mengabaikan semua pikiran yang aneh-aneh tadi. Sampai ketika jeritan azan di komputerku itulah yang bikin aku kaget setengah mampus. Gimana ga kaget, orang lagi diam, tenang, sedikit takut (sedikit lho), tiba-tiba dikejutkan dengan suara seperti itu. Situasi yang benar-benar kamfrett!

Aah... leganya setelah semuanya selesai jam 7. Aku buru-buru membereskan semua dokumen, shutdown komputer, matiin lampu, ngunci pintu, dan langsung kabur. Fiuh! Benar-benar lembur kerja yang melelahkan.

6 komentar:

  1. abis lembur enaknya tidur seharian ya..hehe..

    BalasHapus
  2. Jeritan azan menyelamatkan mu Yas.. kan kamu belum bisa melihat yang disampingmu.. dibelakangmu.. hihihihihihi.. *nakut2in...
    Eits... mau ke Bali dia looooooooooooooo, ayo ayo, kalo ndak sibuk, ketemuannnn. Tapi gw pasti ngajak paket brooo.. hihihi, no worries, laki guwe gaul, dan sangat enak diajak ngobrol. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh, nakal yaa...
      okey deh gek, ntar gw kabarin lg ya

      Hapus
  3. hehehee baca sampe bawah
    harap harap cemas ketemu hantunya

    ternyata gak ketemu...

    duh

    harusnya ketemu tuh
    biar lebih seru
    hehehheee

    BalasHapus