Sabtu, 01 Desember 2012

Lombok

Setelah empat tahun berlalu, akhirnya aku kembali ke lombok. Kalau sudah kesini, apalagi yang dicari selain panorama lautan biru yang bergradasi dengan laguna hijau tosca dan bentangan bukit hijau dibatasi pasir putih yang nampak padu dari kejauhan. Tentunya ga ada tempat yang lebih baik untuk mendapatkan panorama seperti ini kalau bukan ke senggigi dan gili trawangan. Tapi untuk menuju tempat tersebut dibutuhkan perjalanan yang cukup panjang, terlebih lagi sekarang bandaranya terletak di lombok tengah yang jaraknya menuju mataram sekitar satu setengah jam perjalanan darat dengan mobil, iyalah masa dengan cidomo (sebutan delman di lombok). Sedangkan jarak antara mataram-senggigi memakan waktu tempuh 45 menit, hampir sama dengan waktu tempuh senggigi-gili trawangan dengan catatan belum termasuk 30 menit perjalanan air. Jauh! Tapi memang dibutuhkan pengorbanan untuk mendapatkan keindahan.

Dari semua bandara yang pernah kukunjungi di indonesia, baru kali ini aku mendapati orang-orang lokal yang berjualan bebas di dalam lingkungan bandara. Dan ini benar-benar terjadi di bandara internasional lombok di praya, lombok tengah. Mungkin karena ini bandara baru kali ya dan masyarakat disana masih sulit membedakan antara kelas bandar udara dengan terminal bus sehingga mereka masih menjajahkan jualanannya dengan leluasa, malah berdiri pula satu dua warteg dengan gagahnya persis di sebelah terminal bandara. Satu pertanyaan, ngapain aja petugas disana?

Untungnya fasilitas damri sudah tersedia disana. Jadi, bagi pelancong yang mau liburan hemat ke senggigi ga perlu takut dengan ongkos taksi yang akan menguras isi dompet. Aku dan temanku pun memanfaatkan fasilitas ini.

Singkat cerita, sampe juga di senggigi. Aaahh... akhirnya bisa menghirup udara pantai ini lagi. Sungguh indah rasanya ketika berbaring di atas kayak yang bergoyang kecil karena sapuan ombak dan bermandikan sinar sunset mentari di senggigi. Air lautnya asin banget tapi berhasil memaniskan momen sore itu.

Keesokan harinya, perjalanan dilanjutkan ke gili trawangan. Kali ini, mau ga mau aku dan temanku naik taksi juga karena ga ada angkot yang langsung kesana. Sebagaimana supir taksi di daerah yang ramai dengan turis, supir kami pun ramah dan banyak memberi informasi tentang lombok, sesekali curhat juga tentang jarak bandara baru yang jauh yang mengurangi pendapatannya. "Orang-orang disana memang susah diatur, pak. Masih maunya sendiri," jawab si supir ketika aku mengeluh tentang bandara yang semerawut. Terjawab sudah.

45 menit berlalu ketika si supir berkata, "Saya nganternya sampai sini aja, pak. Kita ga boleh masuk sampai pelabuhan biar bagi rejeki sama cidomo." Eh buset, pinter banget orang-orang disini cari duit. Terpaksalah kami naik cidomo menuju pelabuhan yang sebenarnya ga begitu jauh dari pemberhentian taksi.

Setelah menyeberang sekitar setengah jam, sampai juga di gili trawangan. Berhubung disini tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan bermotor, maka satu-satunya kendaraan yang bisa dipakai adalah sepeda. Setelah mendapat sepeda sewaan, kami langsung keliling pulau. Setidaknya rencana awalnya begitu sampai ketika diujung jalan bebatuan, kami dihampiri 2 orang turis domestik. "Pelabuhan masih jauh ga, mas?" "Ga kok, tuh disana sudah pelabuhan," jawabku menunjuk ke arah belakang. "Iya nih kita dikerjain, katanya keliling pulau cuma 40 menit tau-taunya separuh jalannya pasir semua jadi sepedanya cuma bisa didorong," kata salah seorang dari mereka dengan napas tersengal-sengal. Dengan begitu rencana pun dibatalkan.

Tapi tetep inti dari gili trawangan adalah pantai dan keindahan alam bawah lautnya. Walau ga bisa diving, setidaknya snorkling di sekitar pantai sudah cukup untuk menikmati indahnya ikan-ikan hias dan terumbu karang yang berwarna-warni di perairan pinggir pantai. Dan sehabis snorkling paling enak berjemur santai sambil membaca novel berpayungkan pohon rimbun dan bermatraskan pasir putih serta ditemani semilir angin yang berhembus sepoi-sepoi. No! Heaven is much more than this!

Catatan biaya:
Damri bandara-senggigi: 25 ribu
Taksi senggigi-pelabuhan: 70 ribu
Cidomo ke pelabuhan: 15 ribu
Boat ke gili trawangan: 10 ribu
Sewa kayak (sepuasnya): 15 ribu
Sewa sepeda (24 jam): 50 ribu
Sewa alat snorkling (masker dan fin): 25 ribu

26 komentar:

  1. pengen ke lombok liburan ini, tp gak ada temen... huhuhu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yudah ntar janjian aja kita rame-rame kesana ya :p

      Hapus
  2. iya, saya juga baru pertama kali liat banyak yang jualan di bandara.

    tapi lombok memang indah sob.

    BalasHapus
  3. Asyik banget Yas, dikau jjs. *ngiri mode : on*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanya kita rame-rame jalan bareng aja ap :D

      Hapus
  4. Ada teman kuliah yang sekarang menjalankan bisnis pariwisata di Lombok. Dia selalu promo dengan menampilkan foto2 keindahan alam lombok. Bikin hati senut2 liatnya. hehehe... secara saya suka banget sama laut.
    Semoga suatu saat saya kesampaian main ke lombok ahh..
    Salam dari Jakarta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin.. insyaallah suatu saat kesana, bu :-)

      Hapus
  5. asalamualaikum
    sewa kayak apa itu, Rp 15.000
    jadi pingin ke Lombok menghirup udara pantainya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalam..
      kayak yang seperti poto di atas bu :)

      Hapus
  6. aku belum pernah sekalipun ke lombok, tp sudah lama banget lho selalu bersahabat dengan lombok, tomat dan terasi..buat nyambel.. hehehe (just kidding sob..)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe...
      lombok bukan cabe :P
      iya mudah2an ntar kesampean ke lomboknya..

      Hapus
  7. Meski aku belum pernah ke lombok, tp aku sdh lama bersahabat dengan lombok, tomat dan terasi lho.. nyambel maksudnya..hehehe (just kidding sob)

    BalasHapus
  8. Impian saya sejak saya kuliah belum kesampaian juga ke lombok...kapan yah? salam kenal bro:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal..
      suatu saat ya bro.. pasti bisa ;D

      Hapus
  9. Jadi pengen ke Lombok lagiiiii...
    Apa kabar?

    BalasHapus
  10. ayaaaaaaaaaaaaaasss long time no no see huhuhuh

    waah skrang udah pns yaaaahhh...lama gag ke blog mu

    hal yang sama juga dikeluhkan sama suamiku soal bandara lombok dan supir taksinya disana juga kurang bersahabat T_T

    ayaas tambahin dunk untuk coment nya nama n url :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya udah pns :)
      untuk url komen, kalau sesama blogger kan sudah otomatis mb. kalau non blogger, bisa pilih opsi balas sebagai ;D

      Hapus
  11. hikzzz udah brapa kali comeent

    ayas long time no no seeee T_T
    skarang udh pns yaaaah :D

    hal yang sama juga dikeluhkan sama suamiku mengenai bandara lombok, juga supir taksinya >.< pengen kesana tapi ntah kapaan huhuhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mb, long long time :D
      tuh bener mb kata suaminya tapi nanti mudah-mudahan bandara sudah semakin baik..

      Hapus
  12. bang ayaaasss maaf baru bisa balas berkunjung kesini... apa kabar bang? :)

    wow lombok isu2nya emang bagus banget pantainya jadi pengin kesaanaaaaaa

    BalasHapus
  13. hik hik...
    kapan giliranku ke lombok yaaaa

    BalasHapus