Jumat, 15 Maret 2013

Asuransi

Memilih jenis asuransi yang sangat beragam saat ini sangatlah membingungkan, terlebih lagi dengan penghasilan yang tak seberapa ini. Kesadaran akan asuransi ini bermula ketika aku membaca sebuah buku, entah apa judulnya, yang jelas buku itu menyadarkanku (atau mempengaruhi) akan pentingnya asuransi. Menurutku, ada dua jenis jaminan hidup yang seharusnya dimiliki, asuransi kesehatan dan asuransi jiwa.

Sayangnya, financial advisor ini tidaklah terbuka dengan produk yang ditawarkannya. Terlalu berbelit dengan penjelasannya dan iming-iming ini-itu lah. Yang dia tidak ketahui adalah aku sudah mempelajari produk tersebut. Ujung-ujungnya penjelasannya mentah karena produknya tidak bisa di-double claim. Akhirnya kuputuskan hanya mengambil asuransi jiwa, diapun mengiyakan dengan muka masam karena kecewa. Haha... Dasar, jualan kok mau cepatnya aja!

aku jadi ingat tulisan seth godin:
"Marketing by interrupting people isn’t cost-effective anymore. You
can’t afford to seek out people and send them unwanted marketing
messages, in large groups, and hope that some will send you money.

Instead, the future belongs to marketers who establish a foundation
and process where interested people can market to each other. Ignite
consumer networks and then get out of the way and let them talk."

1 komentar: