Rabu, 20 Maret 2013

Syukur

Gumpalan awan seputih kapas yang kulihat melalui jendela garuda pagi ini mengingatkanku dengan siapa aku 3 tahun yang lalu. Kurasa bentuk awannya hampir sama dengan awan yang kutatap ketika itu, ketika galau memikirkan mau kerja apa aku ini? Dalam hati kuberharap mendapatkan pekerjaan yang di jakarta itu.

Sebuah doa yang terkabul. Yang sekarang jarang kuingat untuk kusyukuri. Nampaknya harus banyak bergaul dengan orang-orang yang penuh rasa syukur agar mudah mensyukuri segala sesuatu. Bukan dekat dengan orang-orang yang menuntut lebih kepada tuhannya tapi malah menjauhkan diri dari tuhan dengan perbuatannya. Betapa syukur itu sangat mudah diucapkan tetapi berat untuk diterapkan. Benarlah kata seorang teman, "kalau harga rumah aja naik tiap tahunnya, apalagi harga surga, bro!"

1 komentar:

  1. Hahaha, aku demen banget baca kalimat terakhir itu.... *ngitung duit utk bisa masuk surga*

    BalasHapus