Selasa, 09 April 2013

Jangan mau jadi pengusaha

Jika menjadi pengusaha itu bukan passion kamu. Kenapa juga harus memaksakan diri untuk berhenti dari pegawai dan nekat menjadi pengusaha secara brutal. Lain lagi kalau persepsi kamu tentang bahagia adalah uang dan penilaian bahwa pengusaha itu bisa membeli segalanyalah yang membuat kamu terbuai dengan paradigma suskes itu harus menjadi pengushaa. Akan tetapi kamu juga harus ingat satu hal, passion atau hasrat dalam bidang yang kamu sukailah yang paling penting, karena passion itulah yang membuat kamu memilih profesi yang tidak akan membuat kamu mengeluhkan penghasilan yang didapat dan membuat kamu lupa waktu karena asyik menikmatinya. Jadi, mari kita mulai dengan satu pertanyaan, tahukan kamu passion kamu? Kalau belum tahu, ya cari! Caranya? Mari kita ikuti tips dari teh irma rahayu, penulis money therapy, berikut:
1. buat daftar dosa kecil dan besar yang telah dilakukan;

2. setelah merenungi daftar tersebut, bertobatlah (berat ye);

3. buat daftar orang yang harus kita maafkan dan harus kita datangi untuk minta maaf. Terus lakukan (sama beratnye);

4. buang sampah hati dan sampah beneran di dalam kamar kita, sekalian sumbangin tuh pakaian yang ga kepake lagi;

5. beres-beres meja kerja di kantor. Ciptakan suasana baru disana;

6. aware terhadap "sinyal-sinyal" yang muncul ketika mengerjakan langkah 1-5. Bisa jadi sinyal-sinyal itulah yang akan membimbing kita ke passion itu.
Selamat mencoba!

1 komentar:

  1. sebenernya aku cocoknya jadi apa ya, tapi aku tetap menikmati pekerjaan sekarang ini

    BalasHapus