Sabtu, 17 Agustus 2013

Ada apa hari ini?

Ternyata di kampung bukit duri, di sekitar kostanku masih memeriahkan 17an. Sepanjangan jalan dan gang-gang dihiasi dengan umbul-umbul dan bendera kertas serba merah dan putih. Berbagai permainan rakyat yang lazimnya diadakan di hari kemerdekaan bangsa kita ini pun disambut dengan meriah. Ada lomba lari kelereng, lomba rebutan koin di buah pepaya dan panjat pinang pun masih ada. "Ayo, zal, abisin...," teriak seorang ibu disampingku sambi loncat-loncat kegiragan ketika anaknya (kayaknya) menjulangkan tangannya meraih kardus berisi televisi (bo'..) yang tergantung di atas pinang yang berlapiskan minyak gemuk.

Kalau di kantorku tadi perayaan diwujudkan dalam bentuk upacara bendera. Dipimpin langsung oleh bapak menteri yang bergaya necis dengan sematan tanda kehormatan di dada sebelah kiri jasnya. Itu tanda kehormatan bintang mahaputera adipradana yang empat hari yang lalu disematkan oleh SBY atas dedikasi dan kinerjanya dalam pemerintahan (menurut pak beye, lho). Tadi pak jero sempat mengangkat kasus skk migas disela-sela pidatonya. Katanya kami harus berintegritas dan menjaga nama baik esdm. Mmm.. berarti yang ga bisa jaga nama baik ga berintegritas kali maksudnya, atau yang ga berintegritas ga baik artinya. Au ah gelap. Ada yang menarik, momen menyanyikan lagu indonesia raya tadi diiringi melodi gitar, live, dari seorang bapak di ujung barisan sana. Meski petikan gitarnya sedikit terdengar gaul, tapi cukup membakar semangat kemerdekaan. Upacara pun diakhiri dengan penyematan tanda kehormatan dan penyerahan SK kenaikan pangkat pns di kementerian esdm. 

2 komentar: