Minggu, 30 Maret 2014

Catatan dari bali

Damai itu adalah ketika kita berdiri di tepi pantai menunggu sunrise dengan bertelanjang kaki yang basah disiram sapuan ombak. Itulah kedamaian yang kudapat pagi ini di kuta bali. 

Dinas ke buleleng kemarin dan harus pulang lagi ke jakarta siang ini rasanya sungguh singkat, bak sambaran petir. Tapi setidaknya rekam jejak perjalananku menuju buleleng kemarin dapat kuabadikan di blog ini. 

Padinya mulai menguning

Ogoh-ogoh mulai disiapkan sepanjang jalan untuk menyambut hari raya nyepi

Makan siang sejenak di rumah makan apung di buleleng






Berkunjung ke kebun kopi yang memproduksi dan menjual kopi luwak. Kalau minum di kebunnya langsung aja Rp.50.000/cup. Apalagi diluar?


Bahkan atm pun ikut nyepi

Oiya, sekarang bandara ngurah rai sudah  berubah. Tambah luas dan indah. Rasanya udah benar2 layak untuk penerbangan internasional, tidak seperti sebelumnya yang kecil dan nampak kumuh berbanding terbalik dengan statusnya sebagai gerbang pulau dewata yang menjadi salah satu tujuan fav turis dunia. 

Kali tahun lalu aku kesini jalan bypass dan tol ke nusa dua masih dalam tahap konstruksi, sekarang sudah dapat digunakan dan menambah ciamik penampilan kotanya. 

Maunya sih tetap stay disini karena mau mengalami experience nyepi di kota tempat dimana nyepi itu bermula. Apalgi sore ini ratusan ogoh2 alias boneka patung raksasa akan diarak keliling di setiap perkampungan di bali. Kata driver yang mengantar kami, arakan ogoh2 itu untuk memancing kedatangan roh2 jahat yang kemudian akan dibakar bersama ogoh2 di akhir acara. 

*3 jam kemudian*

Sekarang sedang menunggu damri yang ga lama kemudian datang. 

Tampilan damrinya sedikit berbeda dari biasanya. Mengkampanyekan pemilu 9 april nanti. Kemarin aku baru selesai mendapat ktp jakarta tapi ga ada panggilan secara blm bikin kk dan masih nginep di pmi dan tidak masuk kk nya mertua kali. Ada sih aku pernah nonton iklan yang bilang kalau belum mendapat kartu pemilih kita bisa meminta ke kelurahan. Tapi biarlah golput kali ini. Selama ini milih juga ga ada perubahan. Berubah sedikit pun engga. For real??

Ya dengan begini cerita bali kali ini resmi saya tutup titik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar