Sabtu, 03 Mei 2014

Itung-itungan duit


Kemarin dilaksanakan rapat IKPI, ikatan keluarga pegawai itjen. Yaa semacam paguyuban pegawai itjen yang urunan dana untuk digunakan bersama. Sebagian dana digunakan untuk meringankan beban pengawai/anggota yang sakit dan sebagian lagi dapat dipinjam anggota tanpa bunga. 

Sejak berdirinya IKPI pada tahun 1989 sampai dengan hari ini dana yang terkumpul sudah mencapai 1 M. Lumayan kan. Makanya banyak anggota yang menyarankan agar dana tersebut tidak menjadi idle. Aku menyarankan agar dana didepositokan atau direksadanakan sebagian dengan alasan inflasi yang katanya pakar ekonomi akan menyebabkan harga naik tetapi nilainya tetap bahkan cenderung menurun. Yang lain mengusulkan agar dibuatkan usaha bersama. Intinya dana dapat menjadi passive income begitulah.  

Semua pertanyaan sejenis dijawab pak ketua sesuai AD/ART IKPI yang menyebutkan bahwa dana IKPI hanya dipakai untuk kegiatan sosial, bukan usaha. Lama berkutat tentang pengelolaan dana, muncul usulan untuk melakukan "munas" terkait revisi AD/ART.

Selain itu muncul juga wacana pembagian dana yang terkumpul kepada semua anggota. Lagi-lagi berbenturan dengan lama-sebentarnya keanggotaan pegawai. Kalau dibagi rata, yang senior merasa kurang pas. Kalau tidak dibagikan, anggota juga ingin "mencicipi" tabungan sendiri. Kali ini aku mengusulkan rumus 1234. Dimana umur keanggotaan dibagi menjadi 4 generasi. Generasi I mendapat bagian 40%, G II - 30%, G III - 20%, dan anggota baru mendapat 10%.  Jadi, wacana pembagian sebagian dana ini nantinya skan diusulkan kepada dewan pembina bersamaan dengan usulan penggunaan dana IKPI Ke depannya. 

Rumus 1234 ini merupakan hasil pencarianku di internet terkait dengan pengelolaan gaji. Jadi, berdasarkan artikel tersebut yang aku juga lupa linknya, kita dapat menganggarkan gaji bulanan dengan porsi yang proporsional.

Jadi kalau kita breakdown dari 100% gaji maka :

40% =  primer (makan/transport/belanja bulanan)
30% =  tabungan/investasi
20% =  hiburan (jangan diabaikan)
10% =  sosial (sedekah/zakat)

Kalau aku sudah mencoba dengan persentase yang digeser sesuai pertimbangan kebutuhan dan dampaknya sangat baik untuk kesehatan dompet :-) 

Berani mencoba??

4 komentar:

  1. kalau ngomong pembagian uang dimana-mana kayaknya sama pasti agak rame pendapat

    BalasHapus
  2. Langsung ngitung pas baca ini... hahahaha...
    Dan ternyata bener ya. Harusnya emang hiburan cuma segitu persenannya. Jangan dilebih2in. hihihihi...

    Salam rindu
    Akhirnya membuat postingan baru di blogku.
    Main-main ya...
    http://moody-ninneta.blogspot.com/2014/05/to-judge-or-not-to-judge.html

    -Ninneta-

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak mesti diitung2,, kata orong sono : proper prior planning prevents poor performance

      Hapus