Rabu, 21 Mei 2014

Siaul banget dah hari ini

Rabu 21 mei 2014. Pukul 18.28. Aku masih menunggu hujan reda di pondok surabi duren di daerah sukasari, bogor. Sendirian dan bingung abis ujan nyari ojek dimana ya. 

-kemarin- 

Sekonyong-konyong panitia diklat meminta peserta mengumpulkan poto 3x4 3 lembar untuk kartu ujian dan sertifikat diklat. Jelas aku ga bawa karena diundangan tidak diinfokan. Semua protes tapi apa daya namanya juga peserta dan kitab hukum diklat menyebutkan kalau panitia ga pernah salah. Mendadak teman-teman pada poto pake kamera dan sorenya perwakilan pergi ke bogor (kan kita terjebak di pinggiran kota) untuk mencetaj poto. Aku, yang kebetulan masih menyimpan file pas poto, nitip pake flash disk aja. Aman kan. Seharusnya!

-tadi pagi- 

Yang jadi wali cetaj poto lupa bawa flash disknya. Solusinya aku mesti pergi sendirian cetak potonya. Untung bisa ngikut teman yang diklatnya pp. Hujan mulai turun, sedikit demi sedikit, lama-lama keroyokan juga. Dan didroplah aku di fujifilm. 

Cerita semakin dramatis dikarenakan si enci fujifilm termasuk golongan makhluk jadul. 'Cuma nerima cetak dari cd dan klise. Gue trauma virusan gara-gara flash disk.' CD? Kliiseee? Setelah adu argumen sampe kering mulutpun si enci ga bergeming. Aku cuma bisa narik nafas panjang sambil mojok nungguin ujan reda. 

Setelah muterin tempat antah berantah ini, akhirnya nemu juga toko print banner. Teknik sotoy pura-pura begi minta dicetakin poto pun berhasil. Karena antrinya lama, ujan keburu datang lagi. Untung disebelahnya ada warung surabi buat ngisi perut. Dan here i am! Posting ini buat ngisi kekosongan waktu. Kapan berenti nih ujan? Yang ada sekarang malah udah banjir aja jalanannya. Fiuh!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar