Senin, 16 Juni 2014

Selamat datang cinta

Badan capek banget dari kemarin. Capek tapi seneng banget karena anakku sudah lahir. Dia laki2, dengan berat 3,4 kg, sepanjang 49 cm. Dilahirkan di rumah sakit ibu dan anak hermina jatinegara pada hari minggu 15 juni 2014 pukul 17.23 wib. 

Itulah hebatnya endorfin alias hormon bahagia. Kurang tidur karena langsung begadang jagain si kaka ga kerasa menyiksa. Capek emang tapi senang. 

Kemarin, operasi sesar sudah disiapkan untuk dimulai jam 4 sore. Kenapa sesar? Kata dokter panggul istriku ga cukup lebar untuk saluran lahir anakku. Kepalanya memang sudah di bawah. Posisi dimana seharusnya kepala bayi yang akan lahir seharusnya berada. Hanya saja karena si kaka agak gemukan alias gede dokter menyarankan dioperasi saja mengingat umur janin sudah masuk minggu ke 40. 

Kata orang operasi sesar itu sebentar. Pengalaman saudara dan teman2 mengatakan paling lama setengah jam. Lah kok udha jam 5 sore belum ada kabar dari istriku. Setelah dikonfirmasi ternyata dokter anastesinya diganti mendadak dan penggantinya masih dalam perjalanan. Itulah enaknya jadi dokter, tetap dibutuhkan bagaimanapun situasinya. 

Selang 30 menit kemudian aku dipanggil oleh dokter anak ke ruang perawatan pasca operasi. Kukira si dokter mau menenangkan dulu sebelum operasi yang terlambat akan segera dimulai. Ternyata, si dokter yang tidak bisa kukenali kalau berpapasan di kemudian hari karena setengah mukanya tertutup masker langsung menjabat tanganku dba berkata "Selamat pak. Anaknya sudah lahir. Sehat dan bersih. Pas keluar langsung nangis. Bagus."

Bagian hidup yang satu ini kusebut dengan sukacita. 

Terdiam beberapa saat sambil mencerna perkataan dokter. Tak henti-hentinya aku mengucapkan syukur ke pencita alam semesta dan terima kasih kepada dokter2 yang membantu persalinan istriku. 

Momen klimaksnya adalah ketika kucium dan kuadzankan anakku. Sambil bertafakkur atas banyaknya nikmat yang diberikan kepada kami serta besarnya keangungan Allah swt membuatku tak sanggup lagi menahan linangan air mata. Alhamdulillah. Betapa nikmatnya rahmat yang kurasa. 

Jadi dengan ini kupersembahkan kepada dunia, anak gantengku yang kelak akan menjadi sosok penting dalam perkembangan zaman, Muhammad Al Fatih. 






2 komentar:

  1. ya sekarang sudah jadi bapak, selamat semoga jadi anak pinter dan berbakti pada orangtua

    BalasHapus
  2. Kak Ayas, selamat jadi Ayah yaaa. :)
    Anaknya gemuk bener. Gemes liatnya :D

    BalasHapus